Gandeng Sponsor, Persiba Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Selasa, 17 Februari 2015 - 16:08 WIB
Gandeng Sponsor, Persiba Akhirnya Bisa Bernapas Lega
A
A
A
YOGYAKARTA - Manajemen Persiba Bantul sedikit bernafas lega. Upaya pendekatan ke brand besar untuk menjadi sponsor tim membuahkan hasil. Dari dua nama yang didekati, manajemen sudah bersepakat dengan produsen minuman Pocari Sweat.
Meski belum mau membeberkan nilai kontrak kerjasama yang dilakukan, manajemen Persiba Bantul optimis kerjasama tersebut akan sangat menopang kebutuhan keuangan untuk mengarungi satu musim kompetisi.
"Pocari sudah deal, tinggal penandatanganan kesepakatan. Jika dari dua sponsor yang saat ini kami lakukan negosiasi ini bisa menjadi sponsor utama, sepertinya tak perlu lagi mencari sponsor besar," tandas Manajer Persiba Bantul Ronny Kintoko.
Meski masih menyimpan rapat-rapat bentuk kerjasama yang dilakukan, Ronny mengatakan Persiba akan memasang logi Pocari sweat di jersey tim dan advetorial board pada musim kompetisi kali ini. "Yang jelas kerjasamanya sama-sama untung," tandasnya lebih lanjut.
Mengenai kebutuhan dana, manajemen Laskar Prodjotamansari memperhitungkan membutuhkan dana sekira Rp2 miliar. Pengeluaran tersebut hanya memperhitungkan kompetisi musim ini hanya berjalan enam bulan. Sementara jika pelaksanaan kompetisi harus molor, maka kebutuhan dana dipastikan akan membengkak.
Sementara itu, untuk proses persiapan dan pembentukan tim dua bulan terakhir manajemen Persiba Bantul sudah merogoh kocek sekira Rp60 juta. Sementara hingga akhir bulan nanti, karena sudah ada kontrak dengan pemain, manajemen dipastikan membutuhkan dana sekira Rp150 juta untuk menutup seluruh pengeluaran tim.
“Untuk kebutuhan gaji pemain, kami harus menyiapkan sekitar Rp 150 juta. Di luar itu kami juga harus menyiapkan dana untuk tim pelatih dan perangkat tim,” tandas Ronny.
Saat ini skuat utama Persiba Bantul berisi 23 pemain dan empat orang pelatih yang dipimpin oleh Didik Listyantara. Sementara saat ini proses latihan Skuad Sultan Agung baru dikendalikan asisten pelatih karena Didik sedang mengikuti mengembangkan karir kepelatihannya dengan mengikuti agenda AFC untuk mendapatkan lisensi C.
Meski belum mau membeberkan nilai kontrak kerjasama yang dilakukan, manajemen Persiba Bantul optimis kerjasama tersebut akan sangat menopang kebutuhan keuangan untuk mengarungi satu musim kompetisi.
"Pocari sudah deal, tinggal penandatanganan kesepakatan. Jika dari dua sponsor yang saat ini kami lakukan negosiasi ini bisa menjadi sponsor utama, sepertinya tak perlu lagi mencari sponsor besar," tandas Manajer Persiba Bantul Ronny Kintoko.
Meski masih menyimpan rapat-rapat bentuk kerjasama yang dilakukan, Ronny mengatakan Persiba akan memasang logi Pocari sweat di jersey tim dan advetorial board pada musim kompetisi kali ini. "Yang jelas kerjasamanya sama-sama untung," tandasnya lebih lanjut.
Mengenai kebutuhan dana, manajemen Laskar Prodjotamansari memperhitungkan membutuhkan dana sekira Rp2 miliar. Pengeluaran tersebut hanya memperhitungkan kompetisi musim ini hanya berjalan enam bulan. Sementara jika pelaksanaan kompetisi harus molor, maka kebutuhan dana dipastikan akan membengkak.
Sementara itu, untuk proses persiapan dan pembentukan tim dua bulan terakhir manajemen Persiba Bantul sudah merogoh kocek sekira Rp60 juta. Sementara hingga akhir bulan nanti, karena sudah ada kontrak dengan pemain, manajemen dipastikan membutuhkan dana sekira Rp150 juta untuk menutup seluruh pengeluaran tim.
“Untuk kebutuhan gaji pemain, kami harus menyiapkan sekitar Rp 150 juta. Di luar itu kami juga harus menyiapkan dana untuk tim pelatih dan perangkat tim,” tandas Ronny.
Saat ini skuat utama Persiba Bantul berisi 23 pemain dan empat orang pelatih yang dipimpin oleh Didik Listyantara. Sementara saat ini proses latihan Skuad Sultan Agung baru dikendalikan asisten pelatih karena Didik sedang mengikuti mengembangkan karir kepelatihannya dengan mengikuti agenda AFC untuk mendapatkan lisensi C.
(bbk)