Lewat PSSI, PT Liga Ingin Curhat ke FIFA
Rabu, 18 Februari 2015 - 19:54 WIB
Lewat PSSI, PT Liga Ingin Curhat ke FIFA
A
A
A
JAKARTA - PT Liga Indonesia meminta bantuan PSSI untuk mengadukan masalah penundaan kick off ISL 2015 ke FIFA. Pasalnya, PT Liga menilai penundaan kick off berdampak pada jadwal Timnas Indonesia.
Seperti diketahui, kick off ISL 2015 semula akan digelar 20 Februari. Namun BOPI akhirnya merekomendasikan PT Liga menunda kick off ISL setidaknya sampai dua pekan atau hingga 4 Maret mendatang. Hal ini karena menurut BOPI, PT Liga dan klub-klub Indonesia belum memenuhi syarat profesionalitas.
"Secara sekilas kami pun tadi mengindikasikan agar PSSI juga meminta arahan ke FIFA terkait dengan masalah yang kita hadapi karena itu termasuk harmonisasi, sinkronisasi, agenda-agenda kompetisi domestik dan kompetisi internasional," pungkas CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono, Rabu (18/2/2015), di Jakarta.
Jokdri -sapaan akrab Djoko Driyono- mengakui penundaan itu membuat jadwal kompetisi dan agenda timnas berantakan. Masalah ini pun dianggap serius oleh pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI itu.
"Kalau kita kick-off dua minggu dari sekarang, maka kompetisi itu sebenarnya hanya efektif bermain satu-dua pertandingan. Karena para pemain harus pemusatan untuk pra-olimpiade. Oleh karenanya penundaan dua minggu sebetulnya sama dengan penundaan hampir dua bulan. Karena itu kami menganggap bahwa ini masalah yang sangat-sangat serius terkait dengan jadwal," lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua BOPI, Noor Aman menegaskan tindakan yang dilakukannya tidak bersifat mendadak. Menurutnya pemanggilan PT Liga untuk mengumpulkan data-data klub sudah dari tahun lalu dilakukan.
"Sudah dikasih waktu satu tahun. Beberapa kali kita panggil tidak ada respon. Baru kemudian saya kirim surat lagi per-Januari 2015 karena saya baca di koran mereka akan kick off," ujarnya di Kemenpora.
Seperti diketahui, kick off ISL 2015 semula akan digelar 20 Februari. Namun BOPI akhirnya merekomendasikan PT Liga menunda kick off ISL setidaknya sampai dua pekan atau hingga 4 Maret mendatang. Hal ini karena menurut BOPI, PT Liga dan klub-klub Indonesia belum memenuhi syarat profesionalitas.
"Secara sekilas kami pun tadi mengindikasikan agar PSSI juga meminta arahan ke FIFA terkait dengan masalah yang kita hadapi karena itu termasuk harmonisasi, sinkronisasi, agenda-agenda kompetisi domestik dan kompetisi internasional," pungkas CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono, Rabu (18/2/2015), di Jakarta.
Jokdri -sapaan akrab Djoko Driyono- mengakui penundaan itu membuat jadwal kompetisi dan agenda timnas berantakan. Masalah ini pun dianggap serius oleh pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI itu.
"Kalau kita kick-off dua minggu dari sekarang, maka kompetisi itu sebenarnya hanya efektif bermain satu-dua pertandingan. Karena para pemain harus pemusatan untuk pra-olimpiade. Oleh karenanya penundaan dua minggu sebetulnya sama dengan penundaan hampir dua bulan. Karena itu kami menganggap bahwa ini masalah yang sangat-sangat serius terkait dengan jadwal," lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua BOPI, Noor Aman menegaskan tindakan yang dilakukannya tidak bersifat mendadak. Menurutnya pemanggilan PT Liga untuk mengumpulkan data-data klub sudah dari tahun lalu dilakukan.
"Sudah dikasih waktu satu tahun. Beberapa kali kita panggil tidak ada respon. Baru kemudian saya kirim surat lagi per-Januari 2015 karena saya baca di koran mereka akan kick off," ujarnya di Kemenpora.
(bbk)