Pembuktian Clippers
Sabtu, 21 Februari 2015 - 11:13 WIB
Pembuktian Clippers
A
A
A
LOS ANGELES - Tanpa diperkuat Blake Griffin, LA Clippers mengemas kemenangan penting 119-115 atas San Antonio Spurs di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat (AS), kemarin.
Kemenangan itu membuat Clippers merangkak naik di klasemen Wilayah Barat NBA musim ini. Clippers sempat cemas sebelum menghadapi Spurs, apalagi Griffin dipastikan absen di laga itu seusai menjalani operasi sikut tangan kanan. Namun, Clippers mampu memaksimalkan laga kandang itu dengan baik. Chris Paul dan DeAndre Jordan menjadi aktor di balik kemenangan Clippers di pertandingan tersebut.
Paul mencetak double-double dengan 22 angka, 5 rebounds, dan 16 assist . Sementara Jordan menambah 26 angka dan 18 rebounds. Khusus Jordan, kemenangan tersebut begitu spesial. Keberhasilan itu ingin dijadikan center Clippers tersebut sebagai pembuktian kepada forward Spurs Tim Duncan.
Maklum, keduanya sempat bersitegang melalui jejaring sosial terkait dugaan pembajakan strategi yang dilakukan Spurs sebelum menjalani pertandingan tersebut. “Saya hanya benci ketika tak bisa bermain lepas akibat ketegangan tersebut. Namun, kemenangan ini sedikit mengendurkan saraf saya,” ujarnya, dilansir Yahoosport.
Paul lebih rileks menanggapi kemenangan Clippers. Dia bersyukur timnya bisa mengemas kemenangan tanpa diperkuat Griffin. Hasil positif itu menjadi indikasi Clippers bisa bermain total tanpa Griffin sekali pun. “Semua orang memang harus bangkit, meski tak ada satu pun pemain bisa menggantikan posisi Blake (Griffin),” tandas Paul.
Sementara Duncan kecewa timnya begitu mudah dikalahkan tuan rumah. Menurutnya, kekalahan itu ditengarai akibat beberapa pemain pilar macam Tony Parker masih kelelahan seusai menjalani NBA All Star 2015. Imbasnya, torehan 30 poin yang disumbangkan Duncan di laga itu gagal mengantarkan Spurs meraih kemenangan.
“Kami hanya kurang beruntung, apalagi beberapa percobaan kami mendapatkan angka kerap menuai kegagalan. Kami intinya tak bermain bagus di pertandingan tersebut dan kami wajib memperbaikinya,” ujar Duncan.
Pernyataan Duncan bisa dimaklumi. Kawhi Leonard, misalnya. Forward Spurs itu selalu gagal mendulang tiga angka. Dia hanya bisa menyumbang empat poin selama 26 menit bermain di Staples Center. Padahal, Leonard memiliki persentase rata-rata mencetak 15,4 poin di setiap pertandingan.
Namun, Parker enggan memperkeruh situasi seusai timnya kandas di laga tersebut. Dia lebih senang membahas bagaimana persiapan timnya menjalani pertandingan selanjutnya. “Saya pikir itu lebih bijak ketimbang membahas kekalahan kami, termasuk ketegangan terkait rumor pembajakan strategi. Kami ingin secepatnya bangkit selepas kekalahan ini,” tandas Parker.
Yang jelas, kekalahan itu membuat Spurs tercecer di peringkat 7 atau dua tingkat di belakang Clippers di klasemen sementara Wilayah Barat. Meski masih aman menuju babak play-off, Spurs tak ingin kembali menuai kekalahan.
Edi yuli
Kemenangan itu membuat Clippers merangkak naik di klasemen Wilayah Barat NBA musim ini. Clippers sempat cemas sebelum menghadapi Spurs, apalagi Griffin dipastikan absen di laga itu seusai menjalani operasi sikut tangan kanan. Namun, Clippers mampu memaksimalkan laga kandang itu dengan baik. Chris Paul dan DeAndre Jordan menjadi aktor di balik kemenangan Clippers di pertandingan tersebut.
Paul mencetak double-double dengan 22 angka, 5 rebounds, dan 16 assist . Sementara Jordan menambah 26 angka dan 18 rebounds. Khusus Jordan, kemenangan tersebut begitu spesial. Keberhasilan itu ingin dijadikan center Clippers tersebut sebagai pembuktian kepada forward Spurs Tim Duncan.
Maklum, keduanya sempat bersitegang melalui jejaring sosial terkait dugaan pembajakan strategi yang dilakukan Spurs sebelum menjalani pertandingan tersebut. “Saya hanya benci ketika tak bisa bermain lepas akibat ketegangan tersebut. Namun, kemenangan ini sedikit mengendurkan saraf saya,” ujarnya, dilansir Yahoosport.
Paul lebih rileks menanggapi kemenangan Clippers. Dia bersyukur timnya bisa mengemas kemenangan tanpa diperkuat Griffin. Hasil positif itu menjadi indikasi Clippers bisa bermain total tanpa Griffin sekali pun. “Semua orang memang harus bangkit, meski tak ada satu pun pemain bisa menggantikan posisi Blake (Griffin),” tandas Paul.
Sementara Duncan kecewa timnya begitu mudah dikalahkan tuan rumah. Menurutnya, kekalahan itu ditengarai akibat beberapa pemain pilar macam Tony Parker masih kelelahan seusai menjalani NBA All Star 2015. Imbasnya, torehan 30 poin yang disumbangkan Duncan di laga itu gagal mengantarkan Spurs meraih kemenangan.
“Kami hanya kurang beruntung, apalagi beberapa percobaan kami mendapatkan angka kerap menuai kegagalan. Kami intinya tak bermain bagus di pertandingan tersebut dan kami wajib memperbaikinya,” ujar Duncan.
Pernyataan Duncan bisa dimaklumi. Kawhi Leonard, misalnya. Forward Spurs itu selalu gagal mendulang tiga angka. Dia hanya bisa menyumbang empat poin selama 26 menit bermain di Staples Center. Padahal, Leonard memiliki persentase rata-rata mencetak 15,4 poin di setiap pertandingan.
Namun, Parker enggan memperkeruh situasi seusai timnya kandas di laga tersebut. Dia lebih senang membahas bagaimana persiapan timnya menjalani pertandingan selanjutnya. “Saya pikir itu lebih bijak ketimbang membahas kekalahan kami, termasuk ketegangan terkait rumor pembajakan strategi. Kami ingin secepatnya bangkit selepas kekalahan ini,” tandas Parker.
Yang jelas, kekalahan itu membuat Spurs tercecer di peringkat 7 atau dua tingkat di belakang Clippers di klasemen sementara Wilayah Barat. Meski masih aman menuju babak play-off, Spurs tak ingin kembali menuai kekalahan.
Edi yuli
(ftr)