Psikis Pemain Dihantam Jadwal Tak Jelas

Sabtu, 21 Februari 2015 - 20:57 WIB
Psikis Pemain Dihantam...
Psikis Pemain Dihantam Jadwal Tak Jelas
A A A
GRESIK - Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 kemungkinan besar tak cuma mundur dua pekan, malah bisa sebulan lebih. Itu jika mengacu ucapan CEO PT Liga Indonesia Joko Driono bahwa ISL paling ideal digelar awal April, karena ada agenda tim nasional pada Maret.

Tentu penundaan itu bakal membawa implikasi luas pada tim. Ketika manajemen lebih banyak mengeluhkan kerugian finansial, pelatih harus bekerja keras menjaga kondisi teknis maupun psikis pemain dengan molornya kompetisi sedemikian lama.

Kejenuhan dan hilangnya mood pemain menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih. Saat aspek teknis bisa dijaga dengan program ujicoba dan latihan rutin, tak demikian dengan aspek psikis. Pelatih harus memiliki trik tersendiri untuk menjaga mood pemain.

"Mood atau fokus pemain itu agak susah menjaganya. Kalau memang kompetisi libur lama, jelasnya harus ada langkah khusus agar mereka tidak jenuh. Khawatirnya justru ketiga nanti kompetisi dimulai, semangat pemain tidak lagi full," ujar Pelatih Persegres Liestiadi.

Selain itu, dia juga menginginkan operator liga untuk secepatnya menentukan jadwal anyar. Sebab pelatih membutuhkan kepastian jadwal kompetisi untuk menyusun program latihan baru setelah ada penundaan jadwal kick-off ISL 2015. "Harus ada acuan kapan kami akan bermain," sebutnya.

Dalam menyiapkan tim menuju kompetisi, pelatih memiliki tahapan-tahapan yang harus dilakukan pasukannya. Apalagi selama penundaan ini pelatih memiliki tugas ekstra, yakni menangkal kejenuhan timnya selain harus mempertahankan permainan yang selama ini disiapkan.

Ungkapan serupa juga dilontarkan Pelatih Arema Cronus Suharno. Dia langsung memberikan libur kepada pemainnya selama tiga hari mulai Jumat (20/2) setelah ada keputusan penundaan ISL. Itu salah satu langkah untuk mereduksi ketegangan pemainnya.

"Saya telanjur melakukan persiapan intensif sepekan sebelum jadwal semula (20 Februari). Ternyata ISL urung dimulai dan saya merasa harus memberikan istirahat untuk pemain. Biarlah mereka rileks dulu dengan berkumpul keluarga," jelas Suharno, Sabtu (21/2/2015).

Soal kabar kemungkinan ISL dimulai awal April, Suharno pasrah dan berharap pemainnya untuk tidak banyak terpengaruh. Dia mengakui itu berimbas besar pada semua aspek di tim, baik secara fisik, teknik, maupun mental. Untuk itu dibutuhkan pendekatan khusus kepada pemain.

"Kasihan pemain. Mereka sudah latihan keras dan siap penuh bertanding akhir Februari ini, ternyata tidak jadi. Sudah begitu, mereka juga harus susah payah menjaga kondisi dan mood-nya selama penundaan. Semua tim menghadapi situasi yang sama," tukas dia.
(sha)
Berita Terkini
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
6 jam yang lalu
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
7 jam yang lalu
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
10 Pemain Tersubur dalam...
10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia: Lionel Messi Naik Takhta!
8 jam yang lalu
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved