Lini Depan Masih Jadi Problem
Kamis, 26 Februari 2015 - 11:54 WIB
Lini Depan Masih Jadi Problem
A
A
A
JAKARTA - Belum mengantongi stok pemain depan berkualitas masih jadi problem tim nasional (timnas) Indonesia dikelompok usia. Hal itu tidak terkecuali bagi timnas Indonesia U-23 besutan Aji Santoso, yang tengah bersiap melakoni Kualifikasi AFC U-23 Championship 2016 yang akan digelar akhir Maret 2015.
Berbagai striker sudah dicoba tim kepelatihan Indonesia U-23, sejak memulai pelatihan nasional (pelatnas) di bawah komando Aji. Tercatat dari enam laga uji coba, yang tiga terakhir berstatus uji coba internasional, sudah tiga kemenangan diraih skuad Garuda Muda. Adapun sisanya, berakhir dua kali imbang dan sekali kalah. Baca Juga: Penundaan Kick Off ISL, Untungkan Garuda Muda.
Dari sederet laga pemanasan yang dijalani, minimnya kontribusi barisan depan menjadi sorotan. Walau tidak mau mengaku secara terang-terangan, Aji terlihat setuju dengan kritik yang ditujukan kepada timnya. Namun baginya, dirinya menilai jika untuk urusan mencetak gol tidak serta merta dibebankan kepada para pemain depan.
“Kalau barisan striker-striket belum bisa mencetak gol, kan bisa dari second line. Itu juga penting. Itulah yang dinamakan sepak bola. Tidak harus penyerang yang mencetak gol, meski tujuan utama dari seorang striker adalah mencetak gol,” ungkap Aji.
“Tapi jika kondisinya memang mengalami kebuntuan, tentu saja pemain-pemain diberbagai posisi-posisi lainnya juga bisa mencetak gol. Dan bagi saya pribadi, hal itu tidaklah menjadi suatu masalah,” jelas pelatih yang turut berkontribusi memberikan medali emas Indonesia di SEA Games 1991, Manila, Filipina, tersebut.
Belum bertaringnya barisan depan timnas Indonesia U-23 juga disampaikan Asisten Pelatih Garuda Muda, Mustaqiem. Pelatih yang dulunya berposisi sebagai striker selama masih aktif bermain itu menyatakan, sejauh ini sudah ada 7 pemain depan yang menjalani seleksi. Namun sayangnya, belum ada satupun yang tampil menjanjikan.
Beberapa nama memang sempat keluar masuk pelatnas timnas Indonesia U-23. Mulai dari penyerang muda Persib Bandung yang lama berguru di klub Australia Brisbane Roar, Yandi Sofyan Munawar, Agung Supriyanto, Yogi Rahadian, dan Aldaier Makatindu sudah dijajal untuk mengisi barisan depan timnas Indonesia U-23.
“Sudah banyak yang keluar masuk kami coba untuk mengisi barisan depan. Kalau saya tidak salah ada 7 pemain depan yang sudah masuk seleksi. Tapi sayang kami belum mendapat pemain yang kami inginkan. Tapi di laga uji coba terakhir, kami melihat ada harapan pada diri Anthony Putra Nugroho. Walau sebetulnya dia juga bukan pemain depan murni,” terang Mustaqiem.
Berbagai striker sudah dicoba tim kepelatihan Indonesia U-23, sejak memulai pelatihan nasional (pelatnas) di bawah komando Aji. Tercatat dari enam laga uji coba, yang tiga terakhir berstatus uji coba internasional, sudah tiga kemenangan diraih skuad Garuda Muda. Adapun sisanya, berakhir dua kali imbang dan sekali kalah. Baca Juga: Penundaan Kick Off ISL, Untungkan Garuda Muda.
Dari sederet laga pemanasan yang dijalani, minimnya kontribusi barisan depan menjadi sorotan. Walau tidak mau mengaku secara terang-terangan, Aji terlihat setuju dengan kritik yang ditujukan kepada timnya. Namun baginya, dirinya menilai jika untuk urusan mencetak gol tidak serta merta dibebankan kepada para pemain depan.
“Kalau barisan striker-striket belum bisa mencetak gol, kan bisa dari second line. Itu juga penting. Itulah yang dinamakan sepak bola. Tidak harus penyerang yang mencetak gol, meski tujuan utama dari seorang striker adalah mencetak gol,” ungkap Aji.
“Tapi jika kondisinya memang mengalami kebuntuan, tentu saja pemain-pemain diberbagai posisi-posisi lainnya juga bisa mencetak gol. Dan bagi saya pribadi, hal itu tidaklah menjadi suatu masalah,” jelas pelatih yang turut berkontribusi memberikan medali emas Indonesia di SEA Games 1991, Manila, Filipina, tersebut.
Belum bertaringnya barisan depan timnas Indonesia U-23 juga disampaikan Asisten Pelatih Garuda Muda, Mustaqiem. Pelatih yang dulunya berposisi sebagai striker selama masih aktif bermain itu menyatakan, sejauh ini sudah ada 7 pemain depan yang menjalani seleksi. Namun sayangnya, belum ada satupun yang tampil menjanjikan.
Beberapa nama memang sempat keluar masuk pelatnas timnas Indonesia U-23. Mulai dari penyerang muda Persib Bandung yang lama berguru di klub Australia Brisbane Roar, Yandi Sofyan Munawar, Agung Supriyanto, Yogi Rahadian, dan Aldaier Makatindu sudah dijajal untuk mengisi barisan depan timnas Indonesia U-23.
“Sudah banyak yang keluar masuk kami coba untuk mengisi barisan depan. Kalau saya tidak salah ada 7 pemain depan yang sudah masuk seleksi. Tapi sayang kami belum mendapat pemain yang kami inginkan. Tapi di laga uji coba terakhir, kami melihat ada harapan pada diri Anthony Putra Nugroho. Walau sebetulnya dia juga bukan pemain depan murni,” terang Mustaqiem.
(bbk)