Ini, Penyebab Tim Jawa Timur Ketagihan Uji Coba dengan Klub Jateng
Sabtu, 14 Maret 2015 - 14:31 WIB
Ini, Penyebab Tim Jawa Timur Ketagihan Uji Coba dengan Klub Jateng
A
A
A
GRESIK - Jawa Tengah (Jateng) menjadi idola bagi tim-tim sepak bola Jawa Timur dalam menguji kekuatan. Semua tim Indonesia Super League (ISL) dari Jawa Timur, bertandang ke Jawa Tengah dalam program uji coba. Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya, dua tim yang telah menuntaskan tur ke Jateng.
Tim lain yang tengah menunggu jadwal uji coba di Jateng adalah Arema Cronus dan Persegres Gresik United. Sekarang saja ada tim yang tengah melakukan tur ke Jateng yakni tim Divisi Utama Persik Kediri. Persik menghadapi Persik Kendal, Persipur Purwodadi, dan Persiba Bantul.
Persegres yang kesulitan mendapatkan lawan dari level ISL mengagendakan lawatan ke markas Persiba Bantul, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo. Rencananya tur ujicoba Persegres digelar akhir Maret ini walau jadwal belum dipastikan.
"Ada undangan dari tim Jawa Tengah, yakni Persiba, PSIM, dan Persis. Kami setuju untuk menggelar uji coba dengan tiga tim tersebut. Tapi sebelum itu saya berharap bisa menghadapi Persiba Balikpapan yang ingin bertanding di Gresik," jelas Pelatih Persegres Liestiadi.
Bahkan, tim sekaliber Arema Cronus yang kenyang uji coba dengan tim papan atas ISL, juga tertarik ke Jawa Tengah. Rencananya pada 25 Maret nanti Arema memenuhi undangan Persip Pekalongan, sedangkan pada 28 Maret beralih ke PSIS Semarang.
"Benar, ada undangan dari Persip Pekalongan dan PSIS Semarang pada 25 dan 28 Maret. Kebetulan Arema sudah pulang dari Bali dan masib membutuhkan ujicoba," terang Media Officer Arema Cronus Sudarmaji. Lalu, kenapa tim Jawa Timur mengalir ke Jawa Tengah untuk ujicoba?
Salah satu alasannya adalah keseriusan tim-tim Jawa Tengah dalam mengundang lawan dari Jawa Timur. Padahal tim yang mengundang semuanya berlevel Divisi Utama, karena tidaknya adanya tim asal Jawa Tengan yang bertanding di ISL musim ini.
Tim yang telah melakoni tur Jawa Tengah, yakni Persela Lamongan, mengatakan pihak pengundang sangat serius dan proaktif dalam mengagendakan uji coba. "Tim (Jawa Tengah) yang pernah beruji coba dengan Persela sangat serius," kata Didik Ludiyanto, Asisten Pelatih Persela.
Menurutnya tim-tim Jawa Tengah sangat komunikatif dalam menyusun jadwal uji coba. Persela tidak menemui kendala berarti ketika bertanding ke kandang Persibat Batang dan Persipur Purwodadi. Semuanya berjalan sesuai rencana karena tuan rumah sangat serius.
Ironisnya, ini tidak terlihat di Jawa Timur yang memiliki 14 tim Divisi Utama. Sejauh ini tim yang sudah aktif mengundang lawan hanyalah Persatu Tuban yang pekan lalu menyambut Persegres Gresik United. PSBK Blitar juga telah mengundang Arema Cronus beberapa waktu lalu.
Sementara tim lainnya cenderung pasif alias menunggu tawaran dari tim ISL. Persik Kediri sebenarnya juga telah berlaga kontra Pusamania Borneo FC di Stadion Brawijaya. Namun uji coba itu bukan inisiatif Persik, melainkan niat dari Pusamania.
Tim lain yang tengah menunggu jadwal uji coba di Jateng adalah Arema Cronus dan Persegres Gresik United. Sekarang saja ada tim yang tengah melakukan tur ke Jateng yakni tim Divisi Utama Persik Kediri. Persik menghadapi Persik Kendal, Persipur Purwodadi, dan Persiba Bantul.
Persegres yang kesulitan mendapatkan lawan dari level ISL mengagendakan lawatan ke markas Persiba Bantul, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo. Rencananya tur ujicoba Persegres digelar akhir Maret ini walau jadwal belum dipastikan.
"Ada undangan dari tim Jawa Tengah, yakni Persiba, PSIM, dan Persis. Kami setuju untuk menggelar uji coba dengan tiga tim tersebut. Tapi sebelum itu saya berharap bisa menghadapi Persiba Balikpapan yang ingin bertanding di Gresik," jelas Pelatih Persegres Liestiadi.
Bahkan, tim sekaliber Arema Cronus yang kenyang uji coba dengan tim papan atas ISL, juga tertarik ke Jawa Tengah. Rencananya pada 25 Maret nanti Arema memenuhi undangan Persip Pekalongan, sedangkan pada 28 Maret beralih ke PSIS Semarang.
"Benar, ada undangan dari Persip Pekalongan dan PSIS Semarang pada 25 dan 28 Maret. Kebetulan Arema sudah pulang dari Bali dan masib membutuhkan ujicoba," terang Media Officer Arema Cronus Sudarmaji. Lalu, kenapa tim Jawa Timur mengalir ke Jawa Tengah untuk ujicoba?
Salah satu alasannya adalah keseriusan tim-tim Jawa Tengah dalam mengundang lawan dari Jawa Timur. Padahal tim yang mengundang semuanya berlevel Divisi Utama, karena tidaknya adanya tim asal Jawa Tengan yang bertanding di ISL musim ini.
Tim yang telah melakoni tur Jawa Tengah, yakni Persela Lamongan, mengatakan pihak pengundang sangat serius dan proaktif dalam mengagendakan uji coba. "Tim (Jawa Tengah) yang pernah beruji coba dengan Persela sangat serius," kata Didik Ludiyanto, Asisten Pelatih Persela.
Menurutnya tim-tim Jawa Tengah sangat komunikatif dalam menyusun jadwal uji coba. Persela tidak menemui kendala berarti ketika bertanding ke kandang Persibat Batang dan Persipur Purwodadi. Semuanya berjalan sesuai rencana karena tuan rumah sangat serius.
Ironisnya, ini tidak terlihat di Jawa Timur yang memiliki 14 tim Divisi Utama. Sejauh ini tim yang sudah aktif mengundang lawan hanyalah Persatu Tuban yang pekan lalu menyambut Persegres Gresik United. PSBK Blitar juga telah mengundang Arema Cronus beberapa waktu lalu.
Sementara tim lainnya cenderung pasif alias menunggu tawaran dari tim ISL. Persik Kediri sebenarnya juga telah berlaga kontra Pusamania Borneo FC di Stadion Brawijaya. Namun uji coba itu bukan inisiatif Persik, melainkan niat dari Pusamania.
(sha)