Tersingkir oleh Monaco Jadi Yang Paling Sakit Buat Wenger
Rabu, 18 Maret 2015 - 14:11 WIB
Tersingkir oleh Monaco Jadi Yang Paling Sakit Buat Wenger
A
A
A
LONDON - Bagi pelatih Arsenal, Arsene Wenger, tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions kali ini merupakan yang paling menyakitkan ketimbang empat musim yang lainnya. Pasalnya menurut Wenger, timnya telah bermain luar biasa.
The Gunners harus tersingkir untuk yang kelima kalinya berturut-turut di babak 16 besar dalam lima musim terakhir. Ini terjadi setelah mereka kalah agregat gol tandang 3-3 dari AS Monaco, Rabu (18/3) dini hari tadi.
Arsenal sebelumnya takluk 1-3 di leg pertama, dua pekan lalu. Namun Aaron Ramsey dan kawan-kawan memenangkan laga leg kedua di kandang Monaco dengan skor 2-0. Hasil ini tidak cukup untuk membawa Arsenal ke delapan besar sebab Monaco unggul dalam hal mencetak gol tandang.
"Ya. Saya menganggap ini berbeda dari yang lainnya. Saya sangat kecewa malam ini," ujar Wenger di situs resmi Arsenal.
Penampilan Arsenal di leg kedua memang berbeda dari leg pertama. Membutuhkan tiga gol untuk lolos, Arsenal terus membombardir pertahanan Monaco sejak menit awal laga.
Statistik membuktikan, Arsenal tidak membiarkan Monaco melepaskan satu pun tembakan ke gawang mereka. Sayangnya, hal ini tetap tidak cukup untuk membuka jalan ke delapan besar.
"Malam ini, saya percaya kami tidak tampil buruk malam ini. Ini penampilan ayang positif dan Anda bisa melanjutkan penampilan ini hingga akhir musim," tutupnya.
Sebagai catatan, di empat musim sebelumnya, Arsenal terhenti oleh Barcelona (musim 2011), AC Milan (2012), dan Bayern Muenchen (2013, 2014). Prestasi tertinggi Arsenal di ajang Liga Champions sendiri terjadi pada musim 2006 saat menjadi runner up usai dikalahkan Barcelona.
The Gunners harus tersingkir untuk yang kelima kalinya berturut-turut di babak 16 besar dalam lima musim terakhir. Ini terjadi setelah mereka kalah agregat gol tandang 3-3 dari AS Monaco, Rabu (18/3) dini hari tadi.
Arsenal sebelumnya takluk 1-3 di leg pertama, dua pekan lalu. Namun Aaron Ramsey dan kawan-kawan memenangkan laga leg kedua di kandang Monaco dengan skor 2-0. Hasil ini tidak cukup untuk membawa Arsenal ke delapan besar sebab Monaco unggul dalam hal mencetak gol tandang.
"Ya. Saya menganggap ini berbeda dari yang lainnya. Saya sangat kecewa malam ini," ujar Wenger di situs resmi Arsenal.
Penampilan Arsenal di leg kedua memang berbeda dari leg pertama. Membutuhkan tiga gol untuk lolos, Arsenal terus membombardir pertahanan Monaco sejak menit awal laga.
Statistik membuktikan, Arsenal tidak membiarkan Monaco melepaskan satu pun tembakan ke gawang mereka. Sayangnya, hal ini tetap tidak cukup untuk membuka jalan ke delapan besar.
"Malam ini, saya percaya kami tidak tampil buruk malam ini. Ini penampilan ayang positif dan Anda bisa melanjutkan penampilan ini hingga akhir musim," tutupnya.
Sebagai catatan, di empat musim sebelumnya, Arsenal terhenti oleh Barcelona (musim 2011), AC Milan (2012), dan Bayern Muenchen (2013, 2014). Prestasi tertinggi Arsenal di ajang Liga Champions sendiri terjadi pada musim 2006 saat menjadi runner up usai dikalahkan Barcelona.
(bbk)