OMG, Arema Terancam Gagal Tampil di ISL

Kamis, 19 Maret 2015 - 15:53 WIB
OMG, Arema Terancam...
OMG, Arema Terancam Gagal Tampil di ISL
A A A
JAKARTA - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) kembali merilis hasil verifikasi dokumen klub-klub Indonesia Super League (ISL) 2015. Secara mengejutkan ternyata masih ada enam klub yang tetap menghuni kategori C.

Klub yang ada di kategori tersebut belum melengkapi persyaratan soal legalitas serta laporan keuangan dan pajak. Keenam klub yang dimaksud adalah Pelita Bandung Raya (PBR), Arema Cronus, Gresik United, Pusamania Borneo FC, Persiram Raja Ampat dan Persebaya Surabaya.

Meski masih jauh dari harapan, BOPI mengapresiasi kerja keras klub-klub ISL dalam melengkapi segala persyaratan. Jika semua sudah terpenuhi, BOPI akan mengeluarkan rekomendasi agar ISL bisa digelar 4 April mendatang. (Baca juga: Trio Arema Ini Legawa Terbuang dari Timnas Indonesia)

"Tingkat kelengkapan dokumen secara keseluruhan saat ini sudah di atas 70 persen," kata Ketua Umum BOPI, Noor Aman.

Peningkatan yang paling signifikan menurut BOPI yaitu soal dokumen kontrak kerja pemain dan pelatih. Dari total 18 kontestasn ISL, hanya PBR yang belum melengkapi dokumen tersebut.

Selain masalah kontrak, BOPI juga meminta agar semua klub menyetor dokumen keuangan dan legalitas klub. Jika hal itu sudah dipenuhi maka suatu klub dianggap masuk ke dalam kategori B.

"Kalau tiga aspek itu sudah terpenuhi barulah klub masuk kategori minimal B yang berpeluang direkomendasikan. Lalu kategorinya bisa menjadi A kalau semua aspek telah lengkap dokumennya," jelas Ketua Tim Verifikasi, Imam Suroso.

Soal legalitas, Persebaya dan Arema menjadi tim yang paling disoroti. Keduanya belum juga memberikan dokumen pada BOPI.

"Kedua klub itu kami harap bisa segera melengkapi paling lambat akhir pekan ini. Kami tak bisa menunggu terlalu lama karena pekan depan sudah masuk verifikasi faktual sebelum membuat keputusan akhir soal rekomendasi pada 28 Maret, sepekan sebelum kick off," ujar Imam lebih lanjut.

BOPI sebenarnya meminta lima dokumen persyaratan. Selain legalitas, keuangan dan kontrak, BOPI juga menginginkan agar semua klub melaporkan data pembinaan pemain muda serta kegiatan sosial.

Sejauh ini baru tiga tim yang hampir melengkapi persyaratan tersebut. Ketiganya adalah Sriwijaya FC, Persib Bandung dan Persipura Jayapura. (Baca juga: Apollon Gagal Jadi Skuat Persib)
(bep)
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
Bank QNB Indonesia Fokus...
Bank QNB Indonesia Fokus Garap Pasar Korporasi dan Konglomerasi
Upaya Bank Menyediakan...
Upaya Bank Menyediakan Solusi Akses Pendidikan Anak Berkualitas
Bank QNB Indonesia Luncurkan...
Bank QNB Indonesia Luncurkan Reksa Dana Berbasis USD
Bank QNB Indonesia Dapat...
Bank QNB Indonesia Dapat Setoran Modal Tambahan Sebesar Rp442,9 Miliar
Bank QNB Indonesia Memperkuat...
Bank QNB Indonesia Memperkuat Fokus pada Bisnis Perbankan Korporasi
Berita Terkini
VAR Untungkan Portugal...
VAR Untungkan Portugal di Piala Dunia 2026, Kenapa Gol Injury Time Kroasia Dianulir?
1 jam yang lalu
Swiss Lolos ke 16 Besar...
Swiss Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Aljazair
2 jam yang lalu
TMCR 2026 Satukan Tokoh...
TMCR 2026 Satukan Tokoh Nasional dan Komunitas Otomotif
2 jam yang lalu
Swiss Unggul 1-0 atas...
Swiss Unggul 1-0 atas Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
3 jam yang lalu
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved