Pernah Diremehkan, Dovizioso Siap Tuntut Balas Yamaha dan Honda
Senin, 23 Maret 2015 - 18:15 WIB
Pernah Diremehkan, Dovizioso Siap Tuntut Balas Yamaha dan Honda
A
A
A
LOSAIL - Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, membeberkan perbedaan kondisi pada Ducati sekarang dengan Ducati pada saat era Casey Stoner. Menurutnya, Ducati sekarang lebih siap untuk menang sehingga dia akan menuntaskan dendam kepada para bekas timnya.
Ducati memenangkan 23 grand prix dalam kurun waktu 2007-10 ketika pembalap utama tim itu masih Casey Stoner. Namun Dovizioso menilai prestasi Ducati pada saat itu bukan berasal dari motor, melainkan dari kepiawaian Stoner dalam mengendarai motornya di lintasan. (Baca juga : Kesal Dibokongi Dovizioso, Marquez Sebut Ducati GP15 Cacat)
Berbeda dengan Ducati di era sekarang, Dovizioso menyebut saat ini pembalap sangat bergantung pada performa motor masing-masing. Jadi motor yang menentukan kualitas pembalap, bukan sebaliknya. “Pada saat itu Casey mendominasi tetapi dialah yang membuat perbedaan, motornya tidak kompetitif. Sekarang sebaliknya, Desmosedici GP15 yang kompetitif,” kata Doviozo, dikutip Autosport, Senin (23/3/2015).
Karena yakin tunggangan anyar bakal meningkatkan kualitas balapnya secara signifikan musim ini, Dovizioso bermaksud tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan memenangkan perlombaan. Hal itu dirasa begitu penting mengingat dia dulu merasa diremehkan oleh timnya. “Saya pikir saya diremehkan beberapa tahun lalu, ketika saya mendapat hasil yang baik tetapi tidak menang,” ungkapnya.
Doviozo kini mendapat kesempatan sebagai pembalap utama Desmosedici GP15 yang terkenal punya kemampuan mematikan di lintasan balap. Dia bahkan telah membuktikan keseriusannya untuk merebut podium pertama di Qatar, dengan finish tercepat pada tes pramusim terakhir di Sirkuit Losail. (Baca juga : Ahai...Andrea Dovizioso Patahkan Rekor Stoner)
Ducati memenangkan 23 grand prix dalam kurun waktu 2007-10 ketika pembalap utama tim itu masih Casey Stoner. Namun Dovizioso menilai prestasi Ducati pada saat itu bukan berasal dari motor, melainkan dari kepiawaian Stoner dalam mengendarai motornya di lintasan. (Baca juga : Kesal Dibokongi Dovizioso, Marquez Sebut Ducati GP15 Cacat)
Berbeda dengan Ducati di era sekarang, Dovizioso menyebut saat ini pembalap sangat bergantung pada performa motor masing-masing. Jadi motor yang menentukan kualitas pembalap, bukan sebaliknya. “Pada saat itu Casey mendominasi tetapi dialah yang membuat perbedaan, motornya tidak kompetitif. Sekarang sebaliknya, Desmosedici GP15 yang kompetitif,” kata Doviozo, dikutip Autosport, Senin (23/3/2015).
Karena yakin tunggangan anyar bakal meningkatkan kualitas balapnya secara signifikan musim ini, Dovizioso bermaksud tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan memenangkan perlombaan. Hal itu dirasa begitu penting mengingat dia dulu merasa diremehkan oleh timnya. “Saya pikir saya diremehkan beberapa tahun lalu, ketika saya mendapat hasil yang baik tetapi tidak menang,” ungkapnya.
Doviozo kini mendapat kesempatan sebagai pembalap utama Desmosedici GP15 yang terkenal punya kemampuan mematikan di lintasan balap. Dia bahkan telah membuktikan keseriusannya untuk merebut podium pertama di Qatar, dengan finish tercepat pada tes pramusim terakhir di Sirkuit Losail. (Baca juga : Ahai...Andrea Dovizioso Patahkan Rekor Stoner)
(bbk)