Duo Pembalap Kelas Terbuka Yamaha Bergejolak
Selasa, 24 Maret 2015 - 20:05 WIB
Duo Pembalap Kelas Terbuka Yamaha Bergejolak
A
A
A
DOHA - Jelang bergulirnya seri pembuka MotoGP 2015, setiap pembalap merasa tertantang bisa meraih sukses musim ini. Tak terkecuali dua pembalap kelas terbuka Yamaha, Stefan Bradl dan Loriz Baz yang semangatnya bergejolak untuk meraih predikat sebagai pembalap terbaik di kelas terbuka.
Bradl memulai debutnya di MotoGP sejak 2012 lalu. Pembalap berusia 25 tahun itu direkrut tim LCR Honda setelah merajai kelas Moto2 semusim sebelumnya. Musim ini ia tergabung dengan tim Forward Yamaha setelah dibajak dari Honda.
Dalam tiga edisi terakhir MotoGP, Bradl berhasil masuk sepuluh dan jadi pembalap terbaik di kelas terbuka. Saat itu ia berhasil menyisihkan nama pembalap kelas pabrikan seperti Andrea Iannone, Scott Redding, Cal Crutchlow dan pembalap senior Nicky Hayden. Ia hanya kalah dari Aleix Espargaro yang musim ini hijrah ke kelas pabrikan bersama tim Suzuki Ecstar.
Tes pramusim pun dijalani dengan baik oleh Bradl. Pembalap asal Jerman ini sempat bercokol di posisi sepuluh besar pengujian MotoGP di Malaysia, Februari lalu.
Berbekal hasil positifnya, Bradl optimistis bisa kembali sukses sebagai pembalap kelas terbuka musim ini. "Setelah tes musim dingin, saya senang sekali bisa balapan lagi. Itu adalah pramusim yang intens setelah datang ke sebuah tim baru yang telah saya lihat musim lalu, dengan teman baru dan motor baru," cetus Bradl dilansir Speedweek, Selasa (24/3/2015).
"Perasaan saya secara keseluruhan sangat positif sebab saya tak sabar bisa berkembang bersama Yamaha. Seperti yang telah dikatakan berkali-kali, tujuan saya adalah memenangkan kelas terbuka dan mengambil gelar dalam kategori ini," sambungnya.
Rekan setim Bradl, Loriz Baz juga tak mau kalah. Meski baru musim ini menjajal kerasnya persaingan di kelas MotoGP setelah hijrah dari Superbike. Pembalap belia asal Prancis ini yakin bisa bersaing dengan pembalap kelas terbuka lainnya. (Baca juga: Prediksi MotoGP Qatar 2015 : Pembuktian Yamaha vs Ducati)
"Sekarang saatnya untuk kelas utama saya. Saya telah bekerja ekstra keras untuk bersiap-siap di kejuaraan. Segala sesuatu tentang motor ini adalah hal yang perlu saya pelajari seperti karbon rem, ban dan banyak lagi," seru Baz.
"Saya juga mesti mempersiapkan kondisi fisik serta gaya balapan saya untuk kelas terbuka Yamaha. Tujuan saya adalah bisa bersaing dengan musuh saya di kelas terbuka. Saya yakin, tapi tetap tegang di saat yang bersamaan, namun saya tetap menatap balapan di Qatar nanti," sambungnya.
Bradl memulai debutnya di MotoGP sejak 2012 lalu. Pembalap berusia 25 tahun itu direkrut tim LCR Honda setelah merajai kelas Moto2 semusim sebelumnya. Musim ini ia tergabung dengan tim Forward Yamaha setelah dibajak dari Honda.
Dalam tiga edisi terakhir MotoGP, Bradl berhasil masuk sepuluh dan jadi pembalap terbaik di kelas terbuka. Saat itu ia berhasil menyisihkan nama pembalap kelas pabrikan seperti Andrea Iannone, Scott Redding, Cal Crutchlow dan pembalap senior Nicky Hayden. Ia hanya kalah dari Aleix Espargaro yang musim ini hijrah ke kelas pabrikan bersama tim Suzuki Ecstar.
Tes pramusim pun dijalani dengan baik oleh Bradl. Pembalap asal Jerman ini sempat bercokol di posisi sepuluh besar pengujian MotoGP di Malaysia, Februari lalu.
Berbekal hasil positifnya, Bradl optimistis bisa kembali sukses sebagai pembalap kelas terbuka musim ini. "Setelah tes musim dingin, saya senang sekali bisa balapan lagi. Itu adalah pramusim yang intens setelah datang ke sebuah tim baru yang telah saya lihat musim lalu, dengan teman baru dan motor baru," cetus Bradl dilansir Speedweek, Selasa (24/3/2015).
"Perasaan saya secara keseluruhan sangat positif sebab saya tak sabar bisa berkembang bersama Yamaha. Seperti yang telah dikatakan berkali-kali, tujuan saya adalah memenangkan kelas terbuka dan mengambil gelar dalam kategori ini," sambungnya.
Rekan setim Bradl, Loriz Baz juga tak mau kalah. Meski baru musim ini menjajal kerasnya persaingan di kelas MotoGP setelah hijrah dari Superbike. Pembalap belia asal Prancis ini yakin bisa bersaing dengan pembalap kelas terbuka lainnya. (Baca juga: Prediksi MotoGP Qatar 2015 : Pembuktian Yamaha vs Ducati)
"Sekarang saatnya untuk kelas utama saya. Saya telah bekerja ekstra keras untuk bersiap-siap di kejuaraan. Segala sesuatu tentang motor ini adalah hal yang perlu saya pelajari seperti karbon rem, ban dan banyak lagi," seru Baz.
"Saya juga mesti mempersiapkan kondisi fisik serta gaya balapan saya untuk kelas terbuka Yamaha. Tujuan saya adalah bisa bersaing dengan musuh saya di kelas terbuka. Saya yakin, tapi tetap tegang di saat yang bersamaan, namun saya tetap menatap balapan di Qatar nanti," sambungnya.
(bbk)