Arema-Persebaya Ngotot, Urusannya dengan Polisi
Jum'at, 03 April 2015 - 15:14 WIB
Arema-Persebaya Ngotot, Urusannya dengan Polisi
A
A
A
JAKARTA - Kemenpora dan BOPI mengeluarkan ultimatum kepada Arema dan Persebaya yang sebelumnya telah dilarang untuk mengikuti liga musim depan. Jika tetap memaksakan, kedua klub itu dipastikan tidak akan mendapat izin keamanan dari Kepolisian Republik Indonesia.
Seperti diketahui, BOPI sebelumnya melarang Arema dan Persebaya ikut dalam liga musim depan karena aspek legalitas. Namun perlawanan muncul dari kedua klub itu yang dengan tegas bertekad untuk tetap ikut pada kompetisi musim depan.
Melalui siaran pers yang dilansir situs resminya, Kemenpora dan BOPI telah meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan izin pertandingan kandang maupun tandang kepada Arema dan Persebaya.
"Kemenpora mendesak PSSI dan PT Liga Indonesia untuk mematuhi hasil verifikasi BOPI tersebut, karena seandainya memaksakan diri dengan menyertakan 18 klub (meski sesungguhnya hanya 16 klub yang lolos verifikasi).Maka dapat dipastikan bahwa pertandingan yang menyertakan dua klub yang tidak direkomendasikan BOPI baik kandang maupun tandang tidak akan mendapatkan izin dari Badan Intelkam Mabes Polri. " tulis pihak Kemenpora dan BOPI.
"Jika PSSI dan PT Liga Indonesia memaksakan diri juga, maka dikhawatirkan akan menimbulkan benturan di lapangan," lanjut surat tersebut.
Pihak Kemenpora dan BOPI mengungkapkan, alasan pelarangan kedua klub itu mengacu kepada Regulasi Lisensi Klub AFC dan FIFA. Lebih lanjut, BOPI malah menilai PSSI sebetulnya juga memuat peraturan serupa dengan yang dimiliki AFC dan FIFA.
Kendati melarang keras Arema dan Persebaya, Kemenpora dan BOPI berharap kick off Liga Super Indonesia, tetap digelar pada Sabtu (4/4) WIB besok.
"Kemenpora berharap kompetisi ISL 2015 yang diikuti oleh 16 klub akan dimulai 4 Aprl 2015 dapat berlangsung sukses meskipun terlambat diawali demi tujuan kebaikan bersama yang jauh lebih signifikan, dan sangat berharap bagi 2 klub yang belum memperoleh rekomendasi dapat segera memperbaiki tata kelola organisasinya untuk dapat mengikuti kompetisi ISL 2016," tutup isi surat tersebut.
Seperti diketahui, BOPI sebelumnya melarang Arema dan Persebaya ikut dalam liga musim depan karena aspek legalitas. Namun perlawanan muncul dari kedua klub itu yang dengan tegas bertekad untuk tetap ikut pada kompetisi musim depan.
Melalui siaran pers yang dilansir situs resminya, Kemenpora dan BOPI telah meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan izin pertandingan kandang maupun tandang kepada Arema dan Persebaya.
"Kemenpora mendesak PSSI dan PT Liga Indonesia untuk mematuhi hasil verifikasi BOPI tersebut, karena seandainya memaksakan diri dengan menyertakan 18 klub (meski sesungguhnya hanya 16 klub yang lolos verifikasi).Maka dapat dipastikan bahwa pertandingan yang menyertakan dua klub yang tidak direkomendasikan BOPI baik kandang maupun tandang tidak akan mendapatkan izin dari Badan Intelkam Mabes Polri. " tulis pihak Kemenpora dan BOPI.
"Jika PSSI dan PT Liga Indonesia memaksakan diri juga, maka dikhawatirkan akan menimbulkan benturan di lapangan," lanjut surat tersebut.
Pihak Kemenpora dan BOPI mengungkapkan, alasan pelarangan kedua klub itu mengacu kepada Regulasi Lisensi Klub AFC dan FIFA. Lebih lanjut, BOPI malah menilai PSSI sebetulnya juga memuat peraturan serupa dengan yang dimiliki AFC dan FIFA.
Kendati melarang keras Arema dan Persebaya, Kemenpora dan BOPI berharap kick off Liga Super Indonesia, tetap digelar pada Sabtu (4/4) WIB besok.
"Kemenpora berharap kompetisi ISL 2015 yang diikuti oleh 16 klub akan dimulai 4 Aprl 2015 dapat berlangsung sukses meskipun terlambat diawali demi tujuan kebaikan bersama yang jauh lebih signifikan, dan sangat berharap bagi 2 klub yang belum memperoleh rekomendasi dapat segera memperbaiki tata kelola organisasinya untuk dapat mengikuti kompetisi ISL 2016," tutup isi surat tersebut.
(bbk)