PSSI & Pemerintah Kompak Apresiasi Langkah PBFC
Rabu, 08 April 2015 - 16:49 WIB
PSSI & Pemerintah Kompak Apresiasi Langkah PBFC
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang biasanya beririsan sekarang kompak mengangkat topi untuk sikap yang ditunjukan Pusamania Borneo FC (PBFC). Kontestan QNB League 2015 itu terang-terangan menolak suap yang diajukan mafia sepak bola.
Seperti diketahui, dunia sepak bola tanah air digegerkan dengan penangkapan Johan Ibe pada Selasa (8/4/2015) malam di Surabaya. Bekas penggawa Persebaya Surabaya itu berupaya menyuap tiga pemain PBFC jelang laga kontra bekas timnya.
Sayangnya, manajer PBFC Pusamania Borneo FC, Dandri Dauri enggan membuka identitas tiga pemainnya yang hendak disuap Ibo. “Ada tiga pemain yang berusaha dia suap. Satu pemain ditemui langsung, satu pemain dihubungi lewat telepon, satu lagi belum sempat dihubungi,” kata Dauri.
Padahal, tiga pemain itu secara tidak langsung telah membuat PSSI dan Pemerintah kompak memberi apresiasi menyusul ketegasan ketiganya menolak tawaran suap. Bahkan, manajer PBFC sendiri teribat dalam penjebakan Ibo karena merasa gerah pemainnya diusik.
PSSI melalui Ketua Departemen Integrity, Hinca Pandjaitan mengapresiasi sikap tegas pemain PBFC yang menolak suap. “Para pemain dan manajemen Borneo FC telah melakukan fungsi 3R (recognize, reject dan report) terhadap match fixing yang sudah kita pakta-kan di Kongres tahunan PSSI Januari lalu.” Ungkap Hinca.
Senada dengan yang diutarakan PSSI, pemerintah melalui Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto juga mengapresiasi langkah PBFC yang secara terang-terangan menolak suap. Gatot mengajak tim lain bisa meneladani sikap tiga pemain PBFC itu. “Ini sikap yang diperlukan semua tim untuk memajukan sepak bola,” kata Gatot.
Seperti diketahui, dunia sepak bola tanah air digegerkan dengan penangkapan Johan Ibe pada Selasa (8/4/2015) malam di Surabaya. Bekas penggawa Persebaya Surabaya itu berupaya menyuap tiga pemain PBFC jelang laga kontra bekas timnya.
Sayangnya, manajer PBFC Pusamania Borneo FC, Dandri Dauri enggan membuka identitas tiga pemainnya yang hendak disuap Ibo. “Ada tiga pemain yang berusaha dia suap. Satu pemain ditemui langsung, satu pemain dihubungi lewat telepon, satu lagi belum sempat dihubungi,” kata Dauri.
Padahal, tiga pemain itu secara tidak langsung telah membuat PSSI dan Pemerintah kompak memberi apresiasi menyusul ketegasan ketiganya menolak tawaran suap. Bahkan, manajer PBFC sendiri teribat dalam penjebakan Ibo karena merasa gerah pemainnya diusik.
PSSI melalui Ketua Departemen Integrity, Hinca Pandjaitan mengapresiasi sikap tegas pemain PBFC yang menolak suap. “Para pemain dan manajemen Borneo FC telah melakukan fungsi 3R (recognize, reject dan report) terhadap match fixing yang sudah kita pakta-kan di Kongres tahunan PSSI Januari lalu.” Ungkap Hinca.
Senada dengan yang diutarakan PSSI, pemerintah melalui Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto juga mengapresiasi langkah PBFC yang secara terang-terangan menolak suap. Gatot mengajak tim lain bisa meneladani sikap tiga pemain PBFC itu. “Ini sikap yang diperlukan semua tim untuk memajukan sepak bola,” kata Gatot.
(bbk)