Lupakan Falcao, Ini 5 Andalan Monaco yang Bakal Merepotkan Juve
Selasa, 14 April 2015 - 21:38 WIB
Lupakan Falcao, Ini 5 Andalan Monaco yang Bakal Merepotkan Juve
A
A
A
MONACO - Radamel Falcao telah mengambil keputusan keliru saat memilih AS Monaco sebagai pelabuhannya. Hengkang dari Atletico Madrid, striker Kolombia itu justru tidak kerasan merumput di Stade Louis II. Efeknya, peraih dua gelar Liga Europa itu memilih bergabung dengan Manchester United sebagai pemain pinjaman.
"Di Monaco, Falcao tidak kerasan. Tapi, saya pikir sekarang dia gigit jari setelah memutuskan pergi," ungkap rekan Falcao di Monaco, Nabil Dirar, kepada Le Parisien. "Jika dia di sini, tentu akan bermain dan berpartisipasi di Liga Champions."
Ya, Monaco tak butuh Falcao atau James Rodriguez untuk melaju ke perempat final Liga Champions musim ini. Mereka juga berpeluang merajut kisah Cinderella jika bisa mengalahkan Juventus. Di leg pertama, Pasukan Leonardo Jardim dijamu La Vecchia Signora di Juventus Stadium, Selasa (14/4/2015) atau Rabu (15/4/2015) pukul 01.45 WIB.
Di Ligue 1, Monaco yang sempat tertatih-tatih di awal kompetisi dengan hanya meraih satu kemenangan dan satu imbang dalam lima laga pembuka Ligue 1, perlahan namun pasti merangkak ke papan atas klasemen. Kini, Monaco bertengger di peringkat 3 dengan 58 angka, hanya tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Paris Saint-Germain.
Sedikitnya, ada lima pemain yang menjadi andalan dan berperan beesar mengangkat performa Monaco musim ini, yakni bek tengah Aymen Abdennour, Geoffrey Kondogbia, Bernardo Silva, Yannick Ferreira-Carrasco, dan Anthony Martial. Berikut paparannya.
1. Aymen Abdennour - bek tengah
Dijuluki Le Roc alias si Batu, Abdennour menjadi pilar utama bek tengah pasca didatangkan pada 31 Januari 2014 setelah bersinar di Toulouse. Pemain kelahiran Sousse, Tunisia, 6 Agustus 1989 (25 tahun) itu jago tekel bersih dan tangguh dalam kontak badan, selain punya kemampuan fisik yang prima. Secara teknis, skill-nya terus berkembang dan menjadi langganan starter Monaco. Abdennour memberi keseimbangan yang baik ketika dia bermain bersama bek kanan veteran Ricardo Carvalho.
2. Geoffrey Kondogbia - gelandang bertahan
Laga melawan Juventus dini hari nanti diperkirakan menjadi ajang adu kuat lini tengah karena kedua tim sangat terorganisasi dengan baik dan disiplin. Ini akan menjadi pertarungan gelandang Monaco Geoffrey Kondogbia kontra melawan rekan setimnya di Prancis Paul Pogba. Kondogbia yang didatangkan dri Sevilla pada 31 Agustus 2013, memiliki kekuatan di kaki kiri, dan umpan-umpan akurat membuatnya menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Prancis. Kondogbia (22 tahun) merupakan lulusan berkualitas Akademi La Gailette, sistem pembinaan pemain muda RC Lens, yang menghasilkan lulusan seperti Raphael Varane dan Serge Aurier. Bersama Pogba, Yaya Sanogo, dan Florian Thauvin, Kondogbia merih trofi Piala Dunia U-20 tahun 2013.
3. Bernardo Silva - gelandang serang
Silva sukses menjadi suksesor James Rodriguez. Punya skill kaki kiri yang mumpuni dan sulit dihentikan jika sudah memegang bola. Di Ligue 1 musim ini, Pemain berusia 20 tahun itu tampil 19 kali starter dan 7 kali sebagai pengganti, dengan menyumbang lima gol. Berkat penampilan mengesankan musim ini, membuat Silva mendapat panggilan tugas internasional bersama timnas Portugal. Debutnya terjadi pada 31 Maret 2015 sebagai starter saat Portugal menang 2-0 atas Cape Verde pada laga persahabatan di Estoril. Pada 2013, dia mewakili Portugal di Piala Eropa U-19 dan lolos ke semifinal. Atas penampilan terbaiknya, Silva masuk dalam top 10 pemain Eropa bertalenta di bawah usia 19 tahun pilihan wartawan Eropa.
4. Yannick Ferreira Carrasco - gelandang serang
Ferriera-Carrasco menjadi salah satu gelandang serang paling berprospek menarik di Eropa. Pemain sayap berusia 21 tahun ini merupakan salah satu generasi Doree (generasi emas) Belgia. Terikat dengan Monaco sejak usia 16 tahun dan dalam waktu dekat akan mencapai laga ke-100 bersama Les Rouges et Blancs. Dia menjadi pemain paling kreatif di skuat dengan menyumbang tujuh assist di Ligue 1 musim ini dengan torehan empat gol. Ferreira Carrasco juga akurat dalam tembakan jarak jauh, itu sebabnya dia punya rata-rata satu gol dalam lima laga di semua kompetisi.
5. Anthony Martial - penyerang tengah
Pemain berusai 19 tahun ini punya propek bagus di Prancis. Dia mencetak tujuh gol di Ligue 1 musim ini, yang membuat fans Monaco segera melupakan Radamel Falcao yang dipinjamkan ke Manchester United. Martial punya insting finisher dan dia mampu mencetak gol dengan kaki dan sundulan. Tembakan geledek kaki kirinya saat melawan Saint-Etienne, digadang-gadang bakal menjadi salah satu gol terbaik musim ini. Sepertinya Martial merangkum dengan sempurna berbagai jenis kualitas.
"Di Monaco, Falcao tidak kerasan. Tapi, saya pikir sekarang dia gigit jari setelah memutuskan pergi," ungkap rekan Falcao di Monaco, Nabil Dirar, kepada Le Parisien. "Jika dia di sini, tentu akan bermain dan berpartisipasi di Liga Champions."
Ya, Monaco tak butuh Falcao atau James Rodriguez untuk melaju ke perempat final Liga Champions musim ini. Mereka juga berpeluang merajut kisah Cinderella jika bisa mengalahkan Juventus. Di leg pertama, Pasukan Leonardo Jardim dijamu La Vecchia Signora di Juventus Stadium, Selasa (14/4/2015) atau Rabu (15/4/2015) pukul 01.45 WIB.
Di Ligue 1, Monaco yang sempat tertatih-tatih di awal kompetisi dengan hanya meraih satu kemenangan dan satu imbang dalam lima laga pembuka Ligue 1, perlahan namun pasti merangkak ke papan atas klasemen. Kini, Monaco bertengger di peringkat 3 dengan 58 angka, hanya tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Paris Saint-Germain.
Sedikitnya, ada lima pemain yang menjadi andalan dan berperan beesar mengangkat performa Monaco musim ini, yakni bek tengah Aymen Abdennour, Geoffrey Kondogbia, Bernardo Silva, Yannick Ferreira-Carrasco, dan Anthony Martial. Berikut paparannya.
1. Aymen Abdennour - bek tengah
Dijuluki Le Roc alias si Batu, Abdennour menjadi pilar utama bek tengah pasca didatangkan pada 31 Januari 2014 setelah bersinar di Toulouse. Pemain kelahiran Sousse, Tunisia, 6 Agustus 1989 (25 tahun) itu jago tekel bersih dan tangguh dalam kontak badan, selain punya kemampuan fisik yang prima. Secara teknis, skill-nya terus berkembang dan menjadi langganan starter Monaco. Abdennour memberi keseimbangan yang baik ketika dia bermain bersama bek kanan veteran Ricardo Carvalho.
2. Geoffrey Kondogbia - gelandang bertahan
Laga melawan Juventus dini hari nanti diperkirakan menjadi ajang adu kuat lini tengah karena kedua tim sangat terorganisasi dengan baik dan disiplin. Ini akan menjadi pertarungan gelandang Monaco Geoffrey Kondogbia kontra melawan rekan setimnya di Prancis Paul Pogba. Kondogbia yang didatangkan dri Sevilla pada 31 Agustus 2013, memiliki kekuatan di kaki kiri, dan umpan-umpan akurat membuatnya menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Prancis. Kondogbia (22 tahun) merupakan lulusan berkualitas Akademi La Gailette, sistem pembinaan pemain muda RC Lens, yang menghasilkan lulusan seperti Raphael Varane dan Serge Aurier. Bersama Pogba, Yaya Sanogo, dan Florian Thauvin, Kondogbia merih trofi Piala Dunia U-20 tahun 2013.
3. Bernardo Silva - gelandang serang
Silva sukses menjadi suksesor James Rodriguez. Punya skill kaki kiri yang mumpuni dan sulit dihentikan jika sudah memegang bola. Di Ligue 1 musim ini, Pemain berusia 20 tahun itu tampil 19 kali starter dan 7 kali sebagai pengganti, dengan menyumbang lima gol. Berkat penampilan mengesankan musim ini, membuat Silva mendapat panggilan tugas internasional bersama timnas Portugal. Debutnya terjadi pada 31 Maret 2015 sebagai starter saat Portugal menang 2-0 atas Cape Verde pada laga persahabatan di Estoril. Pada 2013, dia mewakili Portugal di Piala Eropa U-19 dan lolos ke semifinal. Atas penampilan terbaiknya, Silva masuk dalam top 10 pemain Eropa bertalenta di bawah usia 19 tahun pilihan wartawan Eropa.
4. Yannick Ferreira Carrasco - gelandang serang
Ferriera-Carrasco menjadi salah satu gelandang serang paling berprospek menarik di Eropa. Pemain sayap berusia 21 tahun ini merupakan salah satu generasi Doree (generasi emas) Belgia. Terikat dengan Monaco sejak usia 16 tahun dan dalam waktu dekat akan mencapai laga ke-100 bersama Les Rouges et Blancs. Dia menjadi pemain paling kreatif di skuat dengan menyumbang tujuh assist di Ligue 1 musim ini dengan torehan empat gol. Ferreira Carrasco juga akurat dalam tembakan jarak jauh, itu sebabnya dia punya rata-rata satu gol dalam lima laga di semua kompetisi.
5. Anthony Martial - penyerang tengah
Pemain berusai 19 tahun ini punya propek bagus di Prancis. Dia mencetak tujuh gol di Ligue 1 musim ini, yang membuat fans Monaco segera melupakan Radamel Falcao yang dipinjamkan ke Manchester United. Martial punya insting finisher dan dia mampu mencetak gol dengan kaki dan sundulan. Tembakan geledek kaki kirinya saat melawan Saint-Etienne, digadang-gadang bakal menjadi salah satu gol terbaik musim ini. Sepertinya Martial merangkum dengan sempurna berbagai jenis kualitas.
(sha)