Manajemen Ban Jadi Pembeda Antara Rossi - Marquez
Rabu, 22 April 2015 - 11:56 WIB
Manajemen Ban Jadi Pembeda Antara Rossi - Marquez
A
A
A
TERMAS DE RIO HONDO - Chief Engineer Bridgestone Motorsport, Masao Azuma menyatakan bahwa pihaknya telah merekomendasikan ban belakang ekstra keras kepada seluruh pembalap pabrikan Honda dan Yamaha ketika hendak memulai balapan di GP Argentina akhir pekan lalu. Tidak semua pembalap pada saat itu ikut saran Bridgestone.
Pembalap Honda Marc Marquez dan Cal Crutchlow misalnya, keduanya memilih menggunakan ban keras alih-alih menggunakan ban ekstra keras yang disarankan pabrikan ban. Hal itu menjadi alasan paling masuk akal ketika menjelaskan kenapa Marquez sempat unggul empat detik, sebelum akhirnya terkejar oleh pebalap Yamaha, Valentino Rossi yang menggunakan ban ekstra keras.
"Berdasar analisis, kami menyarankan pebalap pabrikan Honda dan Yamaha untuk memakai ban belakang ekstra keras. Tapi setiap pembalap punya hak mengambil keputusan sendiri berdasar strategi dan setup motor," ujar Azuma melalui pernyataan resmi Bridgestone, dikutip Rabu (22/4/2015).
Azuma pun menyatakan beberapa pembalap sempat kesulitan memilih ban, karena kondisi lintasan pada hari Minggu (19/4) lebih dingin ketimbang hari Sabtu (18/4), di mana kebanyakan rider melakukan simulasi balap. Alhasil, sejumlah pembalap terpaksa menyesuaikan lagi setup motor mereka dan gaya balapan dengan suhu lintasan yang berubah-ubah.
Bagaimanapun, Azuma yakin ban ekstra keras dan keras adalah pilihan terbaik ketika pembalap bermaksud menggerus aspal Sirkuit Termas de Rio Hondo, akhir pekan lalu. "Vale cepat dan konsisten di atas ban ekstra keras, dan ini mengesankan. Tapi Marc juga tampil baik dan nyaris menang di atas ban keras. Cal juga begitu, jadi ban keras memang pilihan yang baik," tutupnya. (Baca juga : Jangan Harap di Lintasan Rossi Peduli Marquez)
Pembalap Honda Marc Marquez dan Cal Crutchlow misalnya, keduanya memilih menggunakan ban keras alih-alih menggunakan ban ekstra keras yang disarankan pabrikan ban. Hal itu menjadi alasan paling masuk akal ketika menjelaskan kenapa Marquez sempat unggul empat detik, sebelum akhirnya terkejar oleh pebalap Yamaha, Valentino Rossi yang menggunakan ban ekstra keras.
"Berdasar analisis, kami menyarankan pebalap pabrikan Honda dan Yamaha untuk memakai ban belakang ekstra keras. Tapi setiap pembalap punya hak mengambil keputusan sendiri berdasar strategi dan setup motor," ujar Azuma melalui pernyataan resmi Bridgestone, dikutip Rabu (22/4/2015).
Azuma pun menyatakan beberapa pembalap sempat kesulitan memilih ban, karena kondisi lintasan pada hari Minggu (19/4) lebih dingin ketimbang hari Sabtu (18/4), di mana kebanyakan rider melakukan simulasi balap. Alhasil, sejumlah pembalap terpaksa menyesuaikan lagi setup motor mereka dan gaya balapan dengan suhu lintasan yang berubah-ubah.
Bagaimanapun, Azuma yakin ban ekstra keras dan keras adalah pilihan terbaik ketika pembalap bermaksud menggerus aspal Sirkuit Termas de Rio Hondo, akhir pekan lalu. "Vale cepat dan konsisten di atas ban ekstra keras, dan ini mengesankan. Tapi Marc juga tampil baik dan nyaris menang di atas ban keras. Cal juga begitu, jadi ban keras memang pilihan yang baik," tutupnya. (Baca juga : Jangan Harap di Lintasan Rossi Peduli Marquez)
(bep)