Demi ke Semifinal, Kroos akan Negosiasi Wasit Jerman
Kamis, 23 April 2015 - 00:34 WIB
Demi ke Semifinal, Kroos akan Negosiasi Wasit Jerman
A
A
A
MADRID - Ada-ada saja tingkah gelandang Real Madrid Toni Kroos. Demi membantu timnya lolos ke semifinal, mantan pemain Bayern Muenchen itu akan bernegosisasi dengan wasit asal Jerman, Felix Brych, yang akan memimpin laga kontra Atletico Madrid di Santiago Bernabeu.
Brych ditunjuk UEFA menjadi pengadil laga leg kedua perempat final Liga Champions kontra Atletico, Rabu (22/4/2015) atau Kamis (23/4/2015) pukul 01.45 WIB. Dalam konferensi pers jelang laga, Kroos ditanya wartawan soal Felix Brych, setelah wasit Serbia Milorad Mazic yang memimpin leg pertama di Vicente Calderon pertengahan pekan lalu, dikritik karena beberapa keputusan yang buruk.
Milorad Mazic mengeluarkan lima kartu kuning, tiga untuk Atletico Madrid (Mario Mandzukic, Raul Garcia, dan Mario Suarez), dan dua untuk Madrid (Sergio Ramos dan Marcelo). Gelandang Atletico Mario Suarez bahkan tak puas dengan keputusan UEFA menugaskan Mazic yang kurang pengalaman untuk memimpin laga laga sebesar El Derbi madrileno.
Seraya bergurau kepada wartawan, Kroos menyatakan, sesama orang Jerman, Kroos akan mengajak bicara Felix Brych sebelum laga, dan meminta tidak memberi kartu kuning kepadanya. "Saya akan bicara dengan dia (Felix Brych) sebelum pertandingan dan meminta dia untuk tidak memberi kartu kuning!" katanya kepada wartawan seraya tertawa.
"Serius, dia wasit Jerman yang sangat bagus, dan akan memimpin laga yang berpotensi menjadi pertandingan yang sulit. Dia akan melakukan pekerjaan besar, dan dia paham apa yang akan dilakukan," lanjut Kroos. "Kami tahu bagaimana Atletico akan bermain dan jika kami memainkan permainan kami sendiri dalam 90 menit, kami percaya akan akan menang."
Bagi Madrid dan Atletico, Brych menjadi wasit yang 'bersahabat', sebab mereka belum pernah kalah saat diwasiti Brych. Madrid pernah bermain imbang dengan AC Milan di penyisihan grup Liga Champions 2009/2010, lalu menang 4-0 atas Tottenham Hotspur pada perempat final 2010/2011, menang 3-0 atas APOEL di fase grup musim 2013/2014, dan terakhir menang 2-0 atas Copenhagen (2-0).
Sedangkan saat memimpin laga Atletico, Brych menjadi saksi kemenangan 2-1 atas Vojvodina pada kualifikasi Piala UEFA 2007/2008, lalu menang 3-2 atas Panathinaikos di kualifikasi Liga Champions 2009/20110, kemudian bermain imbang versus Barcelona pada perempat final musim lalu. Terakhir, menang 1-0 atas Juventus di fase grup musim lalu.
Laga Madrid kontra Atletico bertajuk El Derbi madrileno, diprediksi akan sengit. Apalagi pada pertemuan pertama, hasil pernadingan berakhir 0-0. Kedua tim masih punya peluang melaju ke semifinial.
"Tujuan kami adalah lolos ke semifinal, bagaimana pun caranya," imbuhnya. "Kami butuh suporter dan ingin menang di depan mereka. Saya berharap kami bisa memanfaatkan itu dan saya juga berharap ada atmosfer yang benar-benar baik. Atmosfer yang bagus untuk semua laga, terutama melawan Atletico."
Brych ditunjuk UEFA menjadi pengadil laga leg kedua perempat final Liga Champions kontra Atletico, Rabu (22/4/2015) atau Kamis (23/4/2015) pukul 01.45 WIB. Dalam konferensi pers jelang laga, Kroos ditanya wartawan soal Felix Brych, setelah wasit Serbia Milorad Mazic yang memimpin leg pertama di Vicente Calderon pertengahan pekan lalu, dikritik karena beberapa keputusan yang buruk.
Milorad Mazic mengeluarkan lima kartu kuning, tiga untuk Atletico Madrid (Mario Mandzukic, Raul Garcia, dan Mario Suarez), dan dua untuk Madrid (Sergio Ramos dan Marcelo). Gelandang Atletico Mario Suarez bahkan tak puas dengan keputusan UEFA menugaskan Mazic yang kurang pengalaman untuk memimpin laga laga sebesar El Derbi madrileno.
Seraya bergurau kepada wartawan, Kroos menyatakan, sesama orang Jerman, Kroos akan mengajak bicara Felix Brych sebelum laga, dan meminta tidak memberi kartu kuning kepadanya. "Saya akan bicara dengan dia (Felix Brych) sebelum pertandingan dan meminta dia untuk tidak memberi kartu kuning!" katanya kepada wartawan seraya tertawa.
"Serius, dia wasit Jerman yang sangat bagus, dan akan memimpin laga yang berpotensi menjadi pertandingan yang sulit. Dia akan melakukan pekerjaan besar, dan dia paham apa yang akan dilakukan," lanjut Kroos. "Kami tahu bagaimana Atletico akan bermain dan jika kami memainkan permainan kami sendiri dalam 90 menit, kami percaya akan akan menang."
Bagi Madrid dan Atletico, Brych menjadi wasit yang 'bersahabat', sebab mereka belum pernah kalah saat diwasiti Brych. Madrid pernah bermain imbang dengan AC Milan di penyisihan grup Liga Champions 2009/2010, lalu menang 4-0 atas Tottenham Hotspur pada perempat final 2010/2011, menang 3-0 atas APOEL di fase grup musim 2013/2014, dan terakhir menang 2-0 atas Copenhagen (2-0).
Sedangkan saat memimpin laga Atletico, Brych menjadi saksi kemenangan 2-1 atas Vojvodina pada kualifikasi Piala UEFA 2007/2008, lalu menang 3-2 atas Panathinaikos di kualifikasi Liga Champions 2009/20110, kemudian bermain imbang versus Barcelona pada perempat final musim lalu. Terakhir, menang 1-0 atas Juventus di fase grup musim lalu.
Laga Madrid kontra Atletico bertajuk El Derbi madrileno, diprediksi akan sengit. Apalagi pada pertemuan pertama, hasil pernadingan berakhir 0-0. Kedua tim masih punya peluang melaju ke semifinial.
"Tujuan kami adalah lolos ke semifinal, bagaimana pun caranya," imbuhnya. "Kami butuh suporter dan ingin menang di depan mereka. Saya berharap kami bisa memanfaatkan itu dan saya juga berharap ada atmosfer yang benar-benar baik. Atmosfer yang bagus untuk semua laga, terutama melawan Atletico."
(sha)