Saat Tertekan, Marquez Kerap Buat Kesalahan
Kamis, 23 April 2015 - 11:30 WIB
Saat Tertekan, Marquez Kerap Buat Kesalahan
A
A
A
BARCELONA - Manajer pribadi pembalap Ducati, Andrea Iannone, Carlo Pernat berpendapat insiden senggolan antara Marc Marquez - Valentino Rossi yang terjadi di MotoGP Argentina akhir pekan lalu membuktikan Marquez kesulitan menghadapi tekanan lawan. Saat tertekan, Marquez dianggap sering gugup dan membuat kesalahan.
Valentino Rossi yang memenangkan duel body charge kemudian diketahui menggunakan ban ekstra keras. Konsekuensinya, Rossi sempat tertinggal jauh dari Marquez yang unggul empat detik di atas ban keras. Rossi mampu menyusul dan keduanya bersenggolan pada dua lap menjelang finis. Marquez terjatuh dan gagal finis.
"Marc melakukan dua kesalahan besar. Yang pertama, entah apa alasannya, ia memilih ban keras. Yang kedua, ia bersikap arogan. Seharusnya ia tenang dan bijak saat melawan Vale, dengan begitu ia bisa finis kedua dan meraih poin," ujar Pernat dikutip GPOne, Kamis (23/4/2015)
Pernat pun menyayangkan performa Marquez kali ini, menurutnya, bukan tidak mungkin Si Bayi Alien bisa mengasapi Rossi jika lebih bersabar dan mencari momentum yang pas. "Saya sejatinya tidak senang menemukan kelemahan Marc yang satu ini, yakni ketika berada dalam tekanan besar, keinginannya untuk menang semakin besar pula dan memaksanya melakukan kesalahan," tutupnya.
Marquez saat ini tertinggal 30 poin dari pemuncak klasemen MotoGP Valentino Rossi. Dia berkesempatan meraup poin tambahan di GP Spanyol yang berlangsung awal bulan depan di negeri kelahirannya di Spanyol. (Baca juga : Marquez Tantang Rossi Bertarung di Spanyol)
Valentino Rossi yang memenangkan duel body charge kemudian diketahui menggunakan ban ekstra keras. Konsekuensinya, Rossi sempat tertinggal jauh dari Marquez yang unggul empat detik di atas ban keras. Rossi mampu menyusul dan keduanya bersenggolan pada dua lap menjelang finis. Marquez terjatuh dan gagal finis.
"Marc melakukan dua kesalahan besar. Yang pertama, entah apa alasannya, ia memilih ban keras. Yang kedua, ia bersikap arogan. Seharusnya ia tenang dan bijak saat melawan Vale, dengan begitu ia bisa finis kedua dan meraih poin," ujar Pernat dikutip GPOne, Kamis (23/4/2015)
Pernat pun menyayangkan performa Marquez kali ini, menurutnya, bukan tidak mungkin Si Bayi Alien bisa mengasapi Rossi jika lebih bersabar dan mencari momentum yang pas. "Saya sejatinya tidak senang menemukan kelemahan Marc yang satu ini, yakni ketika berada dalam tekanan besar, keinginannya untuk menang semakin besar pula dan memaksanya melakukan kesalahan," tutupnya.
Marquez saat ini tertinggal 30 poin dari pemuncak klasemen MotoGP Valentino Rossi. Dia berkesempatan meraup poin tambahan di GP Spanyol yang berlangsung awal bulan depan di negeri kelahirannya di Spanyol. (Baca juga : Marquez Tantang Rossi Bertarung di Spanyol)
(bep)