Panpel Angkat Tangan, Klub Fokus Pertandingan
Jum'at, 24 April 2015 - 18:20 WIB
Panpel Angkat Tangan, Klub Fokus Pertandingan
A
A
A
LAMONGAN - Pertandingan lanjutan QNB League 2015 antara Persela Lamongan kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Sabtu (25/4), menemui jalan buntu. Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan tidak berani menggelar laga karena tak mendapatkan izin kepolisian.
Kepastian tak adanya surat izin polisi sudah diterima manajemen Persela pada Kamis (23/4) petang. Intinya Polres Lamongan dan Polda Jatim tak memberikan izin karena instruksi dari Mabes Polri. Pihak panpel pun surut nyali untuk melangsungkan pertandingan.
"Kami dari Panpel sudah jelas, tidak berani menggelar pertandingan tanpa surat izin keramaian dari Polri. Selain itu juga ada surat dari Menpora kepada Bupati dan Gubernur agar tak memberikan fasilitas pertandingan. Atas dasar itu kami tak bisa laksanakan pertandingan,"jelas Ketua Panpel Persela Sujito, Jumat (24/4).
Uniknya, walau Panpel sudah angkat tangan, tim tetap menjalani rutinitas seperti biasa. Baik Persela Lamongan dan Semen Padang masih tetap berlatih di Stadion Surajaya sebagai langkah persiapan pertandingan yang belum jelas kepastiannya.
Sekretaris Persela Muji Santoso mengatakan pihaknya tetap akan menjalankan tahapan jelang pertandingan. "Kami tetap on schedule dan melakukan tahapan sesuai PT Liga. Nanti malam (Jumat malam) tetap ada manager meeting yang dihadiri pengawas pertandingan PT Liga," jelas Muji Santoso.
Nantinya, dalam manager meeting tersebut, "Akan disampaikan kalau pertandingan tidak ada izin. Kemudian hasilnya akan diteruskan ke PT Liga. Jadi soal tahapan pertandingan masih normal, hanya saja memang Panpel tidak berani menggelar pertandingan."
Pihak kepolisian juga terlihat serius dalam menegakkan aturan yang dibuat Menpora. Dalam surat yang diterima manajemen Laskar Joko Tingkir, polisi berhak dan wajib membubarkan pertandingan jika tetap berlangsung tanpa izin keramaian.
Pertandingan Persela versus Semen Padang sedianya sudah sangat siap digelar. Tim Semen Padang juga sudah berada di Lamongan sejak Kamis (23/4) dan tetap akan bertahan di Kota Soto hingga jadwal pertandingan pada Sabtu (25/4), terlepas bagaimana pun nasib pertandingan.
"Semen Padang akan berada di sini (Lamongan) sampai jadwal pertandingan besok (Sabtu). Saya mempersiapkan tim semaksimal mungkin dan siap bertanding. Soal kabar batalnya pertandingan termasuk kerugian, biar manajemen yang menangani,"ujar Nil Maizar, Pelatih Semen Padang.
Walau begitu diakuinya kabar tersebut memukul mental pemain. Selain karena sudah kadung berada di Lamongan, pemain juga gelisah dengan nasib kompetisi QNB League ke depannya. "Pasti ada efeknya. Pemain pasti down dengan kabar itu," tambah Nil Maizar.
Ucapan senada juga dilontarkan Pelatih Persela Iwan Setiawan. Situasi ini menurutnya tidak layak bagi pemain untuk bertanding karena sudah sulit untuk fokus. "Tapi kami tetap berupaya yang terbaik. Asumsinya besok tetap akan bertanding," ujarnya.
Kepastian tak adanya surat izin polisi sudah diterima manajemen Persela pada Kamis (23/4) petang. Intinya Polres Lamongan dan Polda Jatim tak memberikan izin karena instruksi dari Mabes Polri. Pihak panpel pun surut nyali untuk melangsungkan pertandingan.
"Kami dari Panpel sudah jelas, tidak berani menggelar pertandingan tanpa surat izin keramaian dari Polri. Selain itu juga ada surat dari Menpora kepada Bupati dan Gubernur agar tak memberikan fasilitas pertandingan. Atas dasar itu kami tak bisa laksanakan pertandingan,"jelas Ketua Panpel Persela Sujito, Jumat (24/4).
Uniknya, walau Panpel sudah angkat tangan, tim tetap menjalani rutinitas seperti biasa. Baik Persela Lamongan dan Semen Padang masih tetap berlatih di Stadion Surajaya sebagai langkah persiapan pertandingan yang belum jelas kepastiannya.
Sekretaris Persela Muji Santoso mengatakan pihaknya tetap akan menjalankan tahapan jelang pertandingan. "Kami tetap on schedule dan melakukan tahapan sesuai PT Liga. Nanti malam (Jumat malam) tetap ada manager meeting yang dihadiri pengawas pertandingan PT Liga," jelas Muji Santoso.
Nantinya, dalam manager meeting tersebut, "Akan disampaikan kalau pertandingan tidak ada izin. Kemudian hasilnya akan diteruskan ke PT Liga. Jadi soal tahapan pertandingan masih normal, hanya saja memang Panpel tidak berani menggelar pertandingan."
Pihak kepolisian juga terlihat serius dalam menegakkan aturan yang dibuat Menpora. Dalam surat yang diterima manajemen Laskar Joko Tingkir, polisi berhak dan wajib membubarkan pertandingan jika tetap berlangsung tanpa izin keramaian.
Pertandingan Persela versus Semen Padang sedianya sudah sangat siap digelar. Tim Semen Padang juga sudah berada di Lamongan sejak Kamis (23/4) dan tetap akan bertahan di Kota Soto hingga jadwal pertandingan pada Sabtu (25/4), terlepas bagaimana pun nasib pertandingan.
"Semen Padang akan berada di sini (Lamongan) sampai jadwal pertandingan besok (Sabtu). Saya mempersiapkan tim semaksimal mungkin dan siap bertanding. Soal kabar batalnya pertandingan termasuk kerugian, biar manajemen yang menangani,"ujar Nil Maizar, Pelatih Semen Padang.
Walau begitu diakuinya kabar tersebut memukul mental pemain. Selain karena sudah kadung berada di Lamongan, pemain juga gelisah dengan nasib kompetisi QNB League ke depannya. "Pasti ada efeknya. Pemain pasti down dengan kabar itu," tambah Nil Maizar.
Ucapan senada juga dilontarkan Pelatih Persela Iwan Setiawan. Situasi ini menurutnya tidak layak bagi pemain untuk bertanding karena sudah sulit untuk fokus. "Tapi kami tetap berupaya yang terbaik. Asumsinya besok tetap akan bertanding," ujarnya.
(aww)