QNB League Mandek, Kerugian Klub Pun Membengkak

Selasa, 28 April 2015 - 14:14 WIB
QNB League Mandek, Kerugian...
QNB League Mandek, Kerugian Klub Pun Membengkak
A A A
MALANG - Nasib kompetisi QNB League 2015 yang tidak jelas membuat kerugian klub kontestan membengkak. Setelah pertemuan Menpora dengan klub menemui jalan buntu, kemungkinan kompetisi baru dilanjutkan akhir Mei atau Juni.
Jika benar begitu, maka klub dipastikan akan menanggung kerugian dan bahkan mungkin harus berutang. Bukan rahasia lagi bahwa beberapa klub membayar gaji pemain yang salah satunya dicomot dari hasil penjualan tiket pertandingan.

Tanpa pertandingan, kosong pemasukan. Maka manajemen harus memutar otak untuk membayar gaji pemain jika suplai dana dari sponsor tak begitu besar. Kerugian lainnya, klub membayar pemain yang 'menganggur' dan durasi kontrak bisa molor sesuai dengan tersendatnya kompetisi.

"Kalau bicara kerugian, pasti membengkak dengan belum jelasnya kompetisi. Pada akhir April saja Persela melewatkan dua pertandingan home. Seharusnya hasil pertandingan itu bisa dimanfaatkan klub, salah satunya gaji pemain,"urai Muji Santoso, Sekretaris Persela Lamongan.

Klub QNB League juga harus membayar pemain tanpa banyak bertanding di kompetisi resmi. Pada Maret-April, tim baru bertanding dua kali tapi manajemen tetap harus membayar gaji mereka dengan rutin. Padahal seharusnya pada akhir Mei nanti QNB League sudah menyelesaikan separuh putaran pertama.

"Di belakangnya, durasi kontrak juga dipastikan molor kalau tertundanya terlalu lama. Itu akan butuh biaya lagi," tambah Muji. Selain Persela, klub dengan domain suporter lebih besar seperti Arema Cronus juga mengeluh jika kompetisi tak kunjung digelar.

Arema yang bisa meraup pendapatan tiket mencapai Rp1 miliar untuk pertandingan besar, juga merasa kesulitan kalau lama tak ada pertandingan. "Arema tentunya punya proyeksi berapa pendapatan tiket dan dimanfaatkan untuk apa. Itu akan menjadi kacau kalau liga tertunda terus," ucap
Ruddy Widodo, general manager Arema.

Akan menjadi persoalan jika pendapatan tiket tersebut untuk menopang kebutuhan rutin, misalnya operasional klub serta gaji pemain. Maka klub harus mengubah strategi operasional dan tentunya itu akan menyulitkan berbagai pihak.

"Semoga kondisi ini cukup sekali ini saja dan tidak pernah terulang di masa depan. Sangat menguras tenaga, biaya dan pikiran. Lihat saja Arema, semua pihak ikut terlibat dalam persoalan kompetisi, mulai pemain, pelatih, manajemen, suporter, bahkan pedagang," tutur Ruddy.

Kendati potensi kerugian akan terus menggembung, semua belum bisa memperkirakan berapa kerugian total dari carut-marut sepak bola Indonesia saat ini. Padahal masih ada kerugian lain, lain faktor psikis yang dihadapi semua elemen dalam tim.
(aww)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
3 jam yang lalu
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026: Lewandowski hingga Tonali
3 jam yang lalu
2 Ganda Putra Indonesia...
2 Ganda Putra Indonesia Ditarik dari Australian Open 2026
4 jam yang lalu
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS
5 jam yang lalu
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
14 jam yang lalu
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
19 jam yang lalu
Infografis
Kerugian Finansial yang...
Kerugian Finansial yang Dialami Israel Akibat Kebakaran Dahsyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved