Timnas U-23 Dapat Tambahan Kekuatan Duo PSM Makassar
Kamis, 07 Mei 2015 - 12:17 WIB
Timnas U-23 Dapat Tambahan Kekuatan Duo PSM Makassar
A
A
A
MAKASSAR - Tim Nasional Indonesia Under 23 mendapat tambahan kekuatan dua pemain PSM Makassar, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh dan Agung Supriyanto. Dua pemain belia itu merapat ke skuat Garuda Muda setelah manajemen PSM dilobi Pelatih Timnasi U-23 Aji Santoso.
Muchlis Hadi dan Agung Prasetyo dipanggil untuk memperkuat Garuda Muda di ajang SEA Games Singapura pada 29 Mei mendatang. Sebelumnya, tim pelatih PSM tidak mengizinkan kedua pemain tersebut bergabung Timnas. Namun, kegigihan Aji untuk berkomunikasi intens dengan manajemen Juku Eja membuahkan hasil. "Yah, mungkin karena itu (komunikasi intens), hingga dua pemain PSM dikirim,"ungkap Asisten Pelatih PSM Makassar Assegaf Razak.
Meski demikian, Assegaf mengatakan kedua pemain tersebut memang siap untuk berlaga karena selama di PSM mereka intens melakukan latihan. "Kalau kondisi mereka cukup bagus karena latihan terus meski kompetisi jeda. Jadi memang mereka sudah siap bermain," katanya.
Di skuat Juku Eja, Muchlis memang hanya menjadi pemain pengganti setelah beberapa nama pemain lainnya dinilai lebih berpengalaman di kompetisi QNB League. Selain itu, alumni Timnas U-19 tersebut juga sudah mengoleksi satu gol dan satu asissit dari dua pertandingan yang dijalaninya.
Sementara Agung yang juga merupakan pemain asal Medan juga hanya menjadi pemain cadangan. Namun, pemain usia 23 tahun tersebut selalu menjadi pilihan untuk mengganti defender lain. Bukan hanya itu, pemain ini juga sudah pulih 100 persen dari cedera yang dialaminya.
Assegaf mengatakan, pihaknya tidak bisa menahan pemain yang diminta oleh Timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games Singapura. "Kompetisi juga belum pasti, yah mudah-mudah mereka bisa maksimal di sana," ungkapnya.
Sementara Pelatih Kepala PSM Hans Peter Schaller mengatakan, dirinya pusing melihat sepak bola Indonesia, termasuk masalah pemanggilan dua pemainnya. "Saya juga bingung, PSSI dibekukan pemain masih dipanggil bela timnas," ungkap dia saat dikonfirmasi.
Untuk itu, dia mengatakan sebelumnya tidak memberikan izin kepada pemainnya yang dipanggil ke timnas karena bukan juga merupakan agenda FIFA. "Tapi mau bagaimana lagi, mereka dibutuhkan juga di Timnas," jelasnya.
Muchlis Hadi dan Agung Prasetyo dipanggil untuk memperkuat Garuda Muda di ajang SEA Games Singapura pada 29 Mei mendatang. Sebelumnya, tim pelatih PSM tidak mengizinkan kedua pemain tersebut bergabung Timnas. Namun, kegigihan Aji untuk berkomunikasi intens dengan manajemen Juku Eja membuahkan hasil. "Yah, mungkin karena itu (komunikasi intens), hingga dua pemain PSM dikirim,"ungkap Asisten Pelatih PSM Makassar Assegaf Razak.
Meski demikian, Assegaf mengatakan kedua pemain tersebut memang siap untuk berlaga karena selama di PSM mereka intens melakukan latihan. "Kalau kondisi mereka cukup bagus karena latihan terus meski kompetisi jeda. Jadi memang mereka sudah siap bermain," katanya.
Di skuat Juku Eja, Muchlis memang hanya menjadi pemain pengganti setelah beberapa nama pemain lainnya dinilai lebih berpengalaman di kompetisi QNB League. Selain itu, alumni Timnas U-19 tersebut juga sudah mengoleksi satu gol dan satu asissit dari dua pertandingan yang dijalaninya.
Sementara Agung yang juga merupakan pemain asal Medan juga hanya menjadi pemain cadangan. Namun, pemain usia 23 tahun tersebut selalu menjadi pilihan untuk mengganti defender lain. Bukan hanya itu, pemain ini juga sudah pulih 100 persen dari cedera yang dialaminya.
Assegaf mengatakan, pihaknya tidak bisa menahan pemain yang diminta oleh Timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games Singapura. "Kompetisi juga belum pasti, yah mudah-mudah mereka bisa maksimal di sana," ungkapnya.
Sementara Pelatih Kepala PSM Hans Peter Schaller mengatakan, dirinya pusing melihat sepak bola Indonesia, termasuk masalah pemanggilan dua pemainnya. "Saya juga bingung, PSSI dibekukan pemain masih dipanggil bela timnas," ungkap dia saat dikonfirmasi.
Untuk itu, dia mengatakan sebelumnya tidak memberikan izin kepada pemainnya yang dipanggil ke timnas karena bukan juga merupakan agenda FIFA. "Tapi mau bagaimana lagi, mereka dibutuhkan juga di Timnas," jelasnya.
(aww)