James Rodriguez Merasa Terpenjara di Real Madrid
Selasa, 18 Agustus 2020 - 08:03 WIB
James Rodriguez mengaku merasa terpenjara lantaran Real Madrid tidak ingin menjualnya. Pemain asal Kolombia itu mungkin perlu beberapa hari untuk menentukan masa depan selanjutnya / Foto: AS Sport
MADRID - James Rodriguez mengaku merasa terpenjara lantaran Real Madrid tidak ingin menjualnya. Pemain asal Kolombia itu mungkin perlu beberapa hari untuk menentukan masa depan selanjutnya. Itu disampaikan dalam podcast Daniel Habif.
"Saya juga ingin tahu kemana tujuan saya. Mungkin perlu beberapa hari atau minggu sampai saya tahu ke mana saya akan pergi. Saya benar-benar tidak tahu. Saya ingin pergi ke mana saya bisa bermain, di mana saya bahagia dan di mana saya merasa dicintai oleh semua orang," ungkap Rodriguez dikutip dari AS Sport.
Sekadar informasi, pada tahun pertama tiba di Madrid pada 2015, penampilan Rodriguez cukup fenomenal dengan mencetak 17 gol dan 18 assist. Tetapi di tahun setelahnya penampilan Rodriguez mulai mengalami penurunan. (Baca juga: Barcelona Tegaskan Messi Tidak Pernah Berkata Ingin Pergi )
Belum lagi ditambah dengan serangkaian cedera yang dideritanya. Itulah yang membuat pelatih Zinedine Zidane kehilangan kepercayaan pada pemain sepenuhnya terlepas dari kenyataan bahwa klub mencoba menghentikan niat atau rencana kepergiaannya dari klub musim panas.
"Saya juga ingin tahu kemana tujuan saya. Mungkin perlu beberapa hari atau minggu sampai saya tahu ke mana saya akan pergi. Saya benar-benar tidak tahu. Saya ingin pergi ke mana saya bisa bermain, di mana saya bahagia dan di mana saya merasa dicintai oleh semua orang," ungkap Rodriguez dikutip dari AS Sport.
Sekadar informasi, pada tahun pertama tiba di Madrid pada 2015, penampilan Rodriguez cukup fenomenal dengan mencetak 17 gol dan 18 assist. Tetapi di tahun setelahnya penampilan Rodriguez mulai mengalami penurunan. (Baca juga: Barcelona Tegaskan Messi Tidak Pernah Berkata Ingin Pergi )
Belum lagi ditambah dengan serangkaian cedera yang dideritanya. Itulah yang membuat pelatih Zinedine Zidane kehilangan kepercayaan pada pemain sepenuhnya terlepas dari kenyataan bahwa klub mencoba menghentikan niat atau rencana kepergiaannya dari klub musim panas.
Lihat Juga :