Kisah Inspiratif Fanni Fu'adi: Dari Tambang ke Panggung Dunia
Kamis, 05 Desember 2024 - 17:45 WIB
Fanni Fuadi mengukir sejarah dengan menjadi atlet binaraga Indonesia pertama yang tampil di Mr. Olympia 2024 atau setelah 60 tahun event tersebut diadakan / Foto: Fanni Fuadi (@fuad_iron_brotherhood)
Fanni Fu'adi mengukir sejarah dengan menjadi atlet binaraga Indonesia pertama yang tampil di Mr. Olympia 2024 atau setelah 60 tahun event tersebut diadakan. Ini membuktikan bahwa ketekunan dan keyakinan bisa membawa prestasi di kancah internasional.
Perjalanan karier Fuad cukup berliku. Atlet binaraga yang lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 14 Februari 1986, memulai perjalanan olahraganya dari kondisi yang sederhana. Putra dari pasangan petani, Sariyono dan Supriyalin, awalnya hanya mengenal dunia fitness sebagai terapi fisik untuk cedera syaraf tulang belakang pada 2008.
Saat itu, Fuad diajarkan gerakan latihan dasar dari atlet panco dan seorang pedagang bakso, yang menjadi mentor awalnya di dunia fitness. Berkat latihan ini, cederanya berangsur membaik, dan ia bisa kembali menikmati hobinya bermain sepak bola.
Baca Juga: Turnamen Golf HUT ke-65 Pepabri Berlangsung Meriah, Agum Gumelar: Ajang Silaturahmi TNI-Polri
Tak disangka, dunia fitness perlahan menjadi lebih dari sekadar terapi. Ia pun kecanduan dengan setiap latihan. Awalnya, latihan ini hanya untuk menjaga stamina dan kebugaran sebagai pemain bola. Namun, seiring waktu, fitness menjadi bagian penting dalam hidupnya dan fondasi fisik yang membuatnya merasa lebih sehat dan kuat setiap hari.
Kecintaan mendalam terhadap latihan angkat beban itu ternyata mengantarkannya mengikuti kompetisi binaraga dan body contest lokal. Sejak itu, tekadnya untuk sukses dalam olahraga ini semakin kuat, meski harus berlatih dengan alat seadanya selama bekerja di tambang minyak Sulawesi.
Perjalanan karier Fuad cukup berliku. Atlet binaraga yang lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 14 Februari 1986, memulai perjalanan olahraganya dari kondisi yang sederhana. Putra dari pasangan petani, Sariyono dan Supriyalin, awalnya hanya mengenal dunia fitness sebagai terapi fisik untuk cedera syaraf tulang belakang pada 2008.
Saat itu, Fuad diajarkan gerakan latihan dasar dari atlet panco dan seorang pedagang bakso, yang menjadi mentor awalnya di dunia fitness. Berkat latihan ini, cederanya berangsur membaik, dan ia bisa kembali menikmati hobinya bermain sepak bola.
Baca Juga: Turnamen Golf HUT ke-65 Pepabri Berlangsung Meriah, Agum Gumelar: Ajang Silaturahmi TNI-Polri
Tak disangka, dunia fitness perlahan menjadi lebih dari sekadar terapi. Ia pun kecanduan dengan setiap latihan. Awalnya, latihan ini hanya untuk menjaga stamina dan kebugaran sebagai pemain bola. Namun, seiring waktu, fitness menjadi bagian penting dalam hidupnya dan fondasi fisik yang membuatnya merasa lebih sehat dan kuat setiap hari.
Kecintaan mendalam terhadap latihan angkat beban itu ternyata mengantarkannya mengikuti kompetisi binaraga dan body contest lokal. Sejak itu, tekadnya untuk sukses dalam olahraga ini semakin kuat, meski harus berlatih dengan alat seadanya selama bekerja di tambang minyak Sulawesi.
Lihat Juga :