Pieter Huistra: Jika Messi Lahir di Indonesia, Tak Pernah Jadi Bintang!
Jum'at, 10 Januari 2025 - 11:49 WIB
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, menilai kalau program pembinaan pemain muda serta infrastruktur sepak bola Indonesia masih belum cukup mendukung / Foto: Goal
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, menilai kalau program pembinaan pemain muda serta infrastruktur sepak bola Indonesia masih belum cukup mendukung. Huistra sampai menyebut Lionel Messi bahkan tidak akan bisa menjadi seorang bintang jika lahir di Indonesia.
Huistra pernah menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia pada 2015 lalu. Bisa dibilang, arsitek asal Belanda ini sudah mengetahui sedikit mengenai perkembangan sepak bola Indonesia.
Pelatih berusia 57 tahun ini menyampaikan bahwa dulu hampir tidak ada klub profesional yang memiliki akademi sebagai wadah pembinaan pemain muda. Menurutnya, kala itu masih sangat bergantung pada pihak swasta dalam membina dan mencetak talenta lokal Tanah Air.
Baca Juga: Mohamad Kusnaeni: Sepak Bola Bukan Matematika, Patrick Kluivert Bisa Beri Kejutan
"Dulu, Indonesia sangat bergantung pada sekolah sepak bola swasta. Kini, klub profesional setidaknya sudah memiliki tim junior. Itu adalah kemajuan besar," kata Huistra, dilansir dari NOS, Jumat (10/1/2025).
Kemudian, Huistra juga menyoroti infrastruktur yang dinilai masih jauh dari kata sempurna. Tidak seperti di negara-negara Eropa kebanyakan yang memiliki lapangan ataupun fasilitas pendukung merata di setiap daerahnya.
Huistra pernah menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia pada 2015 lalu. Bisa dibilang, arsitek asal Belanda ini sudah mengetahui sedikit mengenai perkembangan sepak bola Indonesia.
Pelatih berusia 57 tahun ini menyampaikan bahwa dulu hampir tidak ada klub profesional yang memiliki akademi sebagai wadah pembinaan pemain muda. Menurutnya, kala itu masih sangat bergantung pada pihak swasta dalam membina dan mencetak talenta lokal Tanah Air.
Baca Juga: Mohamad Kusnaeni: Sepak Bola Bukan Matematika, Patrick Kluivert Bisa Beri Kejutan
"Dulu, Indonesia sangat bergantung pada sekolah sepak bola swasta. Kini, klub profesional setidaknya sudah memiliki tim junior. Itu adalah kemajuan besar," kata Huistra, dilansir dari NOS, Jumat (10/1/2025).
Kemudian, Huistra juga menyoroti infrastruktur yang dinilai masih jauh dari kata sempurna. Tidak seperti di negara-negara Eropa kebanyakan yang memiliki lapangan ataupun fasilitas pendukung merata di setiap daerahnya.
Lihat Juga :