Soccer Challenge Tangerang 2025, Panggung Impian Pesepak Bola Putri Belia
Minggu, 27 April 2025 - 19:34 WIB
Pertandingan sepak bola putri usia dini bertempat di Stadion Mini Cisauk dan Stadion Trimatra Kodiklat TNI Serpong pada 23-27 April 2025 / Foto: Ist
Sebanyak 963 pesepak bola putri dari 54 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Tangerang dan sekitarnya, termasuk sekolah internasional, menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Soccer Challenge - Tangerang 2025. Pertandingan sepak bola putri usia dini bertempat di Stadion Mini Cisauk dan Stadion Trimatra Kodiklat TNI Serpong pada 23-27 April 2025.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme luar biasa dari 88 tim yang terbagi dalam kelompok usia (KU) 10 dan KU 12. Keberagaman latar belakang sekolah peserta justru memicu atmosfer kompetisi yang positif, mendorong setiap tim untuk membuktikan diri.
"Antusiasme tim-tim, baik yang sudah berpartisipasi sebelumnya maupun yang baru bergabung, menunjukkan bahwa mereka giat berlatih. Mereka menjadikan turnamen ini sebagai wadah rutin untuk mengasah kemampuan dan berani mencetak gol. Konsistensi dan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge menjadi sangat penting," ujar Teddy dalam keterangan persnya, Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Tottenham: Lautan Merah Siap Berpesta!
Lebih lanjut, Teddy menyoroti peningkatan kualitas dan kemampuan tim serta individu peserta dibandingkan seri sebelumnya. Ia optimistis tren positif ini akan menular ke kota-kota lain, sehingga bibit-bibit pesepak bola putri Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Keberhasilan tim U-14 dan U-12 meraih runner-up di JSSL Singapore 7’s 2025 menjadi bukti nyata potensi tersebut. "Apa yang telah kita lakukan setahun terakhir dalam menjaring dan melatih pemain-pemain terbaik menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mereka mampu bersaing dengan tim dari negara-negara di Asia, meningkatkan optimisme kita terhadap kemampuan sepak bola putri Indonesia, khususnya di KU 12 dan KU 14," imbuh Teddy.
Head Coach Assistant Soccer Challenge, Asep Sunarya, tak kalah terkesan dengan gelombang talenta baru yang muncul. Bahkan, juara bertahan KU 12 dari Soccer Challenge - Tangerang Series 2 2024, British School Jakarta, harus mengakui ketangguhan lawan dan tersingkir di fase grup. Asep juga telah mengantongi sejumlah nama pemain berbakat untuk mengikuti Soccer Extra Training, hasil dari pengamatannya selama turnamen.
Baca Juga: Pengakuan Jujur Arne Slot saat Liverpool di Ambang Gelar Liga Inggris 2024/2025
"Kami sangat mengapresiasi tim-tim baru yang tampil gemilang. Ini menunjukkan peta persaingan di Soccer Challenge semakin ketat dan tidak didominasi oleh tim tertentu. Kami telah memilih sekitar 11 pemain baru dari KU 12 untuk mengikuti extra training, di luar pemain yang sudah terpilih sebelumnya," papar Asep.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme luar biasa dari 88 tim yang terbagi dalam kelompok usia (KU) 10 dan KU 12. Keberagaman latar belakang sekolah peserta justru memicu atmosfer kompetisi yang positif, mendorong setiap tim untuk membuktikan diri.
"Antusiasme tim-tim, baik yang sudah berpartisipasi sebelumnya maupun yang baru bergabung, menunjukkan bahwa mereka giat berlatih. Mereka menjadikan turnamen ini sebagai wadah rutin untuk mengasah kemampuan dan berani mencetak gol. Konsistensi dan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge menjadi sangat penting," ujar Teddy dalam keterangan persnya, Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Tottenham: Lautan Merah Siap Berpesta!
Lebih lanjut, Teddy menyoroti peningkatan kualitas dan kemampuan tim serta individu peserta dibandingkan seri sebelumnya. Ia optimistis tren positif ini akan menular ke kota-kota lain, sehingga bibit-bibit pesepak bola putri Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Keberhasilan tim U-14 dan U-12 meraih runner-up di JSSL Singapore 7’s 2025 menjadi bukti nyata potensi tersebut. "Apa yang telah kita lakukan setahun terakhir dalam menjaring dan melatih pemain-pemain terbaik menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mereka mampu bersaing dengan tim dari negara-negara di Asia, meningkatkan optimisme kita terhadap kemampuan sepak bola putri Indonesia, khususnya di KU 12 dan KU 14," imbuh Teddy.
Head Coach Assistant Soccer Challenge, Asep Sunarya, tak kalah terkesan dengan gelombang talenta baru yang muncul. Bahkan, juara bertahan KU 12 dari Soccer Challenge - Tangerang Series 2 2024, British School Jakarta, harus mengakui ketangguhan lawan dan tersingkir di fase grup. Asep juga telah mengantongi sejumlah nama pemain berbakat untuk mengikuti Soccer Extra Training, hasil dari pengamatannya selama turnamen.
Baca Juga: Pengakuan Jujur Arne Slot saat Liverpool di Ambang Gelar Liga Inggris 2024/2025
"Kami sangat mengapresiasi tim-tim baru yang tampil gemilang. Ini menunjukkan peta persaingan di Soccer Challenge semakin ketat dan tidak didominasi oleh tim tertentu. Kami telah memilih sekitar 11 pemain baru dari KU 12 untuk mengikuti extra training, di luar pemain yang sudah terpilih sebelumnya," papar Asep.
Lihat Juga :