Ajang Lari Trail of The Kings 2025 Segera Digelar, Menpora Dukung Danau Toba Jadi Patagonia Asia
Kamis, 29 Mei 2025 - 21:01 WIB
Menpora Dito Ariotedjo menerima audiensi Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy B. Panjaitan, didampingi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot beserta jajaran lainya, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (28/5). (foto:Andre/kemenpo
JAKARTA - Event lari lintas alam internasional Trail of The Kings (TOTK) 2025 siap digelar di kawasan Danau Toba , Sumatera Utara, pada 17–19 Oktober 2025. Kegiatan ini ditargetkan menghadirkan 2.200 peserta dari 25 negara, sebagai bagian dari upaya menjadikan Danau Toba sebagai pusat wisata olahraga berkelas dunia.
Persiapan event ini menjadi pokok pembahasan dalam audiensi antara Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy B. Panjaitan, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Dito Ariotedjo, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, beserta jajaran terkait lainnya.
Direktur Utama BPODT, Jimmy B. Panjaitan, menegaskan bahwa Trail of The Kings bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari strategi rebranding Danau Toba menjadi destinasi sport tourism global.
“Ini adalah rebranding besar yang menggabungkan sport tourism, ekowisata, wisata budaya, dan geowisata dalam satu narasi integral. Danau Toba akan kita posisikan sejajar dengan destinasi global seperti Patagonia dan Queenstown,” jelas Jimmy.
Persiapan event ini menjadi pokok pembahasan dalam audiensi antara Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy B. Panjaitan, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Dito Ariotedjo, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, beserta jajaran terkait lainnya.
Direktur Utama BPODT, Jimmy B. Panjaitan, menegaskan bahwa Trail of The Kings bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari strategi rebranding Danau Toba menjadi destinasi sport tourism global.
“Ini adalah rebranding besar yang menggabungkan sport tourism, ekowisata, wisata budaya, dan geowisata dalam satu narasi integral. Danau Toba akan kita posisikan sejajar dengan destinasi global seperti Patagonia dan Queenstown,” jelas Jimmy.
Lihat Juga :