Media Asing Serang Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Erick Thohir: Mestinya Mereka yang Malu
Sabtu, 31 Mei 2025 - 19:04 WIB
Media Asing Serang Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Erick Thohir: Mestinya Mereka yang Malu
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir , memberikan respons tegas terhadap sindiran sejumlah media asing yang mengomentari penggunaan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Menjelang laga penting kontra China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick menegaskan bahwa Indonesia tak perlu malu karena para pemain yang dinaturalisasi memiliki garis keturunan Indonesia.
Awalnya, Erick menanggapi santai penggunaan pemain naturalisasi oleh Timnas China yang akan menjadi lawan Indonesia pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
“Ya, tidak ada apa-apa (Timnas China pakai pemain naturalisasi). Karena memang selama itu aturannya FIFA ada, itu hal yang lumrah,” ujar Erick di Bali, Jumat (30/5/2025).
Baca Juga: 5 Pemain yang Absen Bela Timnas Indonesia vs China
Namun, ketika menanggapi sorotan media asing terhadap naturalisasi pemain di Timnas Indonesia, mantan Presiden Inter Milan itu menyampaikan kebanggaannya. Ia menekankan bahwa proses naturalisasi di Indonesia berbeda karena melibatkan pemain-pemain yang memiliki darah Indonesia, bukan sekadar formalitas paspor.
“Beda dengan negara-negara lain yang selalu, misalnya, mendiskreditkan Timnas Indonesia. Mereka melakukan naturalisasi, tapi tidak ada darahnya. Kalau kita, jelas ada darah kita. Itu yang kita patut bangga,” tegas Erick.
Awalnya, Erick menanggapi santai penggunaan pemain naturalisasi oleh Timnas China yang akan menjadi lawan Indonesia pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
“Ya, tidak ada apa-apa (Timnas China pakai pemain naturalisasi). Karena memang selama itu aturannya FIFA ada, itu hal yang lumrah,” ujar Erick di Bali, Jumat (30/5/2025).
Baca Juga: 5 Pemain yang Absen Bela Timnas Indonesia vs China
Namun, ketika menanggapi sorotan media asing terhadap naturalisasi pemain di Timnas Indonesia, mantan Presiden Inter Milan itu menyampaikan kebanggaannya. Ia menekankan bahwa proses naturalisasi di Indonesia berbeda karena melibatkan pemain-pemain yang memiliki darah Indonesia, bukan sekadar formalitas paspor.
“Beda dengan negara-negara lain yang selalu, misalnya, mendiskreditkan Timnas Indonesia. Mereka melakukan naturalisasi, tapi tidak ada darahnya. Kalau kita, jelas ada darah kita. Itu yang kita patut bangga,” tegas Erick.
Lihat Juga :