Biodata dan Agama Raymond Muratalla The Danger Juara Tak Terkalahkan
Jum'at, 13 Juni 2025 - 22:22 WIB
Biodata dan Agama Raymond Muratalla Petinju Tak Terkalahkan/Top Rank/Boxing News 24
Biodata dan agama Raymond Muratalla The Danger juaratak terkalahkan yang naik takhta menjadi juara dunia kelas ringan IBF penuh. Siapa Raymond Muratalla? Petinju Amerika Serikat ini lahir pada 15 Januari 1997 di West Covina, California, Amerika Serikat.
Raymond Muratalla lahir dari pasangan Gabriel Muratalla dan Monica yang mendukung kariernya sebagai petinju. Raymond Muratalla memiliki tinggi badan 173 centimeter memulai karier tinju profesionalnya pada tahun 2016.
Sejak saat itu ia menjadi penantang yang signifikan dalam kelas ringan. Dikenal dengan julukan profesional "Danger," ia menarik perhatian karena gaya bertarungnya yang agresif dan kemampuannya mencetak KO, dengan 17 dari 23 kemenangannya diraih melalui KO.
Baca juga: Canelo vs Terence Crawford Pertarungan Terbesar, Oscar De La Hoya: Menggelikan
Selama fase awal kariernya, ia mengamankan gelar NABF dan WBO Global Lightweight, dengan menunjukkan kemampuan dan determinasi tinggi di dalam ring. Muratalla menunjukkan kemampuan yang patut dipuji untuk beradaptasi dengan berbagai lawan, memperkuat reputasinya sebagai talenta yang sedang naik daun di dunia tinju Amerika.
Raymond Muratalla memulai debut profesionalnya pada usia 19 tahun pada tanggal 16 September 2016 melawan Jesus Sandoval. Muratalla mengalahkan Sandoval melalui TKO pada ronde pertama, yang menjadi awal yang baik bagi karier profesionalnya.
Pertarungan terakhir Muratalla adalah mengalahkan Zaur Abdullaev pada 10 Mei 2025 yang membuatnya menjadi juara interim kelas ringan. Muratalla dinobatkan menjadi juara penuh kelas ringan IBF setelah Vasiliy Lomachenko secara tiba-tiba gantung sarung tinju alias pensiun pada 5 Juni 2025.
Beberapa pertarungan terbaik Raymond Muratalla yang berusia 28 tahun sejauh ini adalah saat melawan Tevin Farmer dan Jeremia Nakathila. Gaya bertarung Muratalla dicirikan oleh taktik tekanan tinggi yang memaksa lawan untuk mengambil posisi bertahan sejak awal.
Ia dikenal karena startnya yang cepat; ia tidak terlibat dalam penilaian yang berkepanjangan terhadap lawan-lawannya, namun langsung beraksi setelah bel pertandingan berbunyi. Dengan membangun ritme yang cepat, ia mendikte tempo laga, memaksa lawan-lawannya untuk merespons strategi agresifnya dan tidak membiarkan mereka menemukan ritme mereka sendiri.
Raymond Muratalla lahir dari pasangan Gabriel Muratalla dan Monica yang mendukung kariernya sebagai petinju. Raymond Muratalla memiliki tinggi badan 173 centimeter memulai karier tinju profesionalnya pada tahun 2016.
Sejak saat itu ia menjadi penantang yang signifikan dalam kelas ringan. Dikenal dengan julukan profesional "Danger," ia menarik perhatian karena gaya bertarungnya yang agresif dan kemampuannya mencetak KO, dengan 17 dari 23 kemenangannya diraih melalui KO.
Baca juga: Canelo vs Terence Crawford Pertarungan Terbesar, Oscar De La Hoya: Menggelikan
Selama fase awal kariernya, ia mengamankan gelar NABF dan WBO Global Lightweight, dengan menunjukkan kemampuan dan determinasi tinggi di dalam ring. Muratalla menunjukkan kemampuan yang patut dipuji untuk beradaptasi dengan berbagai lawan, memperkuat reputasinya sebagai talenta yang sedang naik daun di dunia tinju Amerika.
Raymond Muratalla memulai debut profesionalnya pada usia 19 tahun pada tanggal 16 September 2016 melawan Jesus Sandoval. Muratalla mengalahkan Sandoval melalui TKO pada ronde pertama, yang menjadi awal yang baik bagi karier profesionalnya.
Pertarungan terakhir Muratalla adalah mengalahkan Zaur Abdullaev pada 10 Mei 2025 yang membuatnya menjadi juara interim kelas ringan. Muratalla dinobatkan menjadi juara penuh kelas ringan IBF setelah Vasiliy Lomachenko secara tiba-tiba gantung sarung tinju alias pensiun pada 5 Juni 2025.
Beberapa pertarungan terbaik Raymond Muratalla yang berusia 28 tahun sejauh ini adalah saat melawan Tevin Farmer dan Jeremia Nakathila. Gaya bertarung Muratalla dicirikan oleh taktik tekanan tinggi yang memaksa lawan untuk mengambil posisi bertahan sejak awal.
Ia dikenal karena startnya yang cepat; ia tidak terlibat dalam penilaian yang berkepanjangan terhadap lawan-lawannya, namun langsung beraksi setelah bel pertandingan berbunyi. Dengan membangun ritme yang cepat, ia mendikte tempo laga, memaksa lawan-lawannya untuk merespons strategi agresifnya dan tidak membiarkan mereka menemukan ritme mereka sendiri.
Lihat Juga :