Kecewa Pelatih Filipina U-23, Gawang Timnya Dijebol Senjata Rahasia Timnas Indonesia U-23
Sabtu, 19 Juli 2025 - 06:46 WIB
Timnas Indonesia U-23 saat mengadapi Filipina. Foto: Aldhi Chandra
Kekalahan tipis Filipina dari Timnas Indonesia U-23 menyisakan kekecewaan bagi pelatih Garrath McPherson. Bukan hanya karena hasil akhir 0-1, tetapi karena cara gol tersebut tercipta: lewat lemparan jauh Robi Darwis yang berujung gol bunuh diri Jaime Rosquillo pada menit ke-23.
Dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat malam, Filipina tampil cukup solid dan mampu memberi tekanan kepada Indonesia. Namun semua buyar akibat satu momen mematikan dari sisi lapangan.
“Long throw adalah senjata yang sah dalam sepak bola. Kami pun menggunakannya. Tapi tentu mengecewakan ketika kebobolan dari situasi bola mati seperti itu,” ujar McPherson seusai pertandingan.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-23 2025
Pelatih asal Skotlandia itu mengakui bahwa minimnya waktu persiapan menjadi salah satu faktor utama mengapa lini belakang Filipina gagal mengantisipasi lemparan panjang Robi Darwis, yang selama ini dikenal sebagai spesialis long throw dalam skuad Garuda Muda.
“Kami tak punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Jadi saya bisa memahami para pemain yang belum sepenuhnya siap menghadapi situasi seperti itu,” lanjutnya.
Dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat malam, Filipina tampil cukup solid dan mampu memberi tekanan kepada Indonesia. Namun semua buyar akibat satu momen mematikan dari sisi lapangan.
“Long throw adalah senjata yang sah dalam sepak bola. Kami pun menggunakannya. Tapi tentu mengecewakan ketika kebobolan dari situasi bola mati seperti itu,” ujar McPherson seusai pertandingan.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-23 2025
Pelatih asal Skotlandia itu mengakui bahwa minimnya waktu persiapan menjadi salah satu faktor utama mengapa lini belakang Filipina gagal mengantisipasi lemparan panjang Robi Darwis, yang selama ini dikenal sebagai spesialis long throw dalam skuad Garuda Muda.
“Kami tak punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Jadi saya bisa memahami para pemain yang belum sepenuhnya siap menghadapi situasi seperti itu,” lanjutnya.
Lihat Juga :