Biodata dan Agama Xander Zayas: Juara Dunia Termuda Tak Terkalahkan

Senin, 28 Juli 2025 - 10:09 WIB
Biodata dan Agama Xander Zayas: Juara Dunia Termuda Tak Terkalahkan/Top Rank
Biodata dan agama Xander Zayas juara dunia tinju termuda tak terkalahkan yang masih aktif di usianya yang masih 22 tahun. Siapa dia? Xander Yarob Zayas Castro nama lengkapnya. Petinju dari Puerto Riko ini menjadi juara dunia tinju termuda yang masih aktif di usia 22 tahun setelah meraih kemenangan angka mutlak atas Jorge Garcia Perez dari Meksiko untuk merebut gelar kelas welter super WBO yang masih lowong.

Di Madison Square Garden, New York, Sabtu lalu, Xander Zayas meraih kemenangan angka dominan dengan selisih 116-112, 118-110, dan 119-109. "Ini mimpi yang menjadi kenyataan," kata Zayas, yang menjadi petinju profesional di usia 17 tahun. "Ini indah. Melihat penggemar Puerto Riko saya di sini, sungguh luar biasa. Saya tak pernah membayangkan yang lebih baik dari ini."



Baca Juga: Gervonta Davis Tamat! Pilih Manny Pacquiao, Tolak Shakur Stevenson

Zayas yang tak terkalahkan, yang telah memenangkan semua 22 pertarungan profesionalnya, mengendalikan pertandingan dengan pukulan jab cepat ke badan dan pukulan kanan yang kuat. Garcia, yang baru menderita kekalahan kelima dalam pertarungannya yang ke-38, berhasil beradu tinju dengan Zayas di ronde keenam yang menegangkan, tetapi ia tak mampu mempertahankan tekanan tersebut karena Zayas mampu menunjukkan kelasnya dan mendominasi ronde-ronde selanjutnya.

"Saya harus bertinju untuk meraih kemenangan," tambah Zayas. "Saya tahu jika saya berdiri di depannya, saya akan melawannya. Jadi, saya mengerahkan segalanya untuk melancarkan jab. Jab adalah kunci kemenangan, dan kami menunjukkannya."

Petinju kelahiran Amerika Serikat, Wilfred Benitez, petinju Puerto Riko, memegang rekor sebagai juara dunia termuda, saat ia memenangkan sabuk kelas welter ringan WBA pada Maret 1976 di usia 17 tahun 176 hari.

"Itulah yang saya inginkan, itulah yang saya impikan, itulah mengapa saya melakukannya. Saya ingin menjadi salah satu yang terhebat yang pernah ada, tetapi pada akhirnya saya harus terus melakukan bagian saya. Saya akan membiarkan publik dan penggemar melakukan bagian mereka dan menilai saya sesuai keinginan mereka," kata Zayas kepada Sky Sports.

"Saya senang disebut bersama legenda seperti Miguel Cotto," lanjutnya. "Legenda Puerto Riko lainnya, saya senang disebut-sebut bersama mereka. Tapi sejujurnya, saya ingin menjadi Xander Zayas. "Saya ingin orang-orang mengakui usaha saya dan mengakui apa yang saya lakukan untuk diri saya sendiri."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!