Heboh Timnas Indonesia Diminta Royalti Lagu Nasional, Begini Respons PSSI
Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:26 WIB
Heboh Timnas Indonesia Diminta Royalti Lagu Nasional, Begini Respons PSSI
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi menanggapi aturan royalti lagu nasional di laga Timnas Indonesia . Yunus menegaskan agar aturan tersebut segera dihapus karena berbagai alasan.
Polemik mencuat setelah lagu nasional yang diputar di laga Timnas Indonesia ingin dikenai royalti. Hal ini berawal dari Lembaga Majajemen Kolektif Nasional ( LMKN ), dan Yayasan Karya Cipta Nasional (YKCI) meminta setiap pemutaran lagu dalam acara publik berskala besar wajib membayar royalti.
Dua lagu yang berpotensi kena aturan royalti adalah Indonesia Raya dan Tanah Airku. Kedua lagu itu memang sering diputar ketika sebelum, dan sesudah pertandingan Timnas Indonesia di stadion.
Yunus mengatakan, dua lagu ini mencerminkan semangat juang para pemain serta bangsa Indonesia sebelum maupun sesudah pertandingan. Pengadaan royalti bisa saja menciderai semangat itu.
"Bahwa lagu-lagu kebangsaan ini menjadi perekat & pembangkit nasionalisme serta menjadi pemicu rasa patriotisme bagi anak2 bangsa ketika menyanyikan lagu ini. Menggema di stadion GBK dengan puluhan ribu suporter/penonton menyanyikan lagu ini. Ada yg merinding bahkan ada yg menangis. Itulah nilai-nilai dari lagu kebangsaan ini," kata Yunus dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Rabu (13/8/2025).
Yunus meyakini, sang pencipta lagu menciptakan lagu untuk membantu perjuangan bangsa lepas dari belenggu penjajah di masa lampau. Dia juga yakin, lagu-lagu nasional ini tak diciptakan untuk mendapat imbalan.
Polemik mencuat setelah lagu nasional yang diputar di laga Timnas Indonesia ingin dikenai royalti. Hal ini berawal dari Lembaga Majajemen Kolektif Nasional ( LMKN ), dan Yayasan Karya Cipta Nasional (YKCI) meminta setiap pemutaran lagu dalam acara publik berskala besar wajib membayar royalti.
Dua lagu yang berpotensi kena aturan royalti adalah Indonesia Raya dan Tanah Airku. Kedua lagu itu memang sering diputar ketika sebelum, dan sesudah pertandingan Timnas Indonesia di stadion.
Yunus mengatakan, dua lagu ini mencerminkan semangat juang para pemain serta bangsa Indonesia sebelum maupun sesudah pertandingan. Pengadaan royalti bisa saja menciderai semangat itu.
"Bahwa lagu-lagu kebangsaan ini menjadi perekat & pembangkit nasionalisme serta menjadi pemicu rasa patriotisme bagi anak2 bangsa ketika menyanyikan lagu ini. Menggema di stadion GBK dengan puluhan ribu suporter/penonton menyanyikan lagu ini. Ada yg merinding bahkan ada yg menangis. Itulah nilai-nilai dari lagu kebangsaan ini," kata Yunus dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Rabu (13/8/2025).
Yunus meyakini, sang pencipta lagu menciptakan lagu untuk membantu perjuangan bangsa lepas dari belenggu penjajah di masa lampau. Dia juga yakin, lagu-lagu nasional ini tak diciptakan untuk mendapat imbalan.
Lihat Juga :