9 Bintang Muda Bulu Tangkis Gabung PB Djarum
Rabu, 08 Oktober 2025 - 18:45 WIB
Afiqa Dewi Humaira asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dari U-11 Putri sukses mendapatkan tiket emas menjadi penghuni baru PB Djarum / Foto: Ist
KUDUS - Perjuangan panjang dan seleksi ketat akhirnya berbuah manis. Sebanyak sembilan atlet muda berbakat dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Sorong, Balikpapan, Manado, hingga Bantul, sukses meraih Djarum Beasiswa Bulu tangkis sekaligus resmi menjadi penghuni baru PB Djarum di Kudus.
Para talenta terpilih ini berasal dari kelompok usia (KU) yang beragam, mencakup U-11 Putra (1), U-11 Putri (2), KU 11 Putra (2), KU 11 Putri (1), KU 12 Putra (2), dan KU 12 Putri (1). Mereka kini siap memulai perjalanan menapaki karier sebagai pebulutangkis profesional di salah satu klub bulutangkis legendaris Indonesia.
Keberhasilan sembilan atlet ini bukanlah tanpa perjuangan. Mereka terpilih dari total 1.729 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 yang memperebutkan tiket emas ini.
Ketua Tim Pencari Bakat sekaligus Juara Dunia 1997, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa proses seleksi ini digambarkan sebagai "jalan terjal menuju impian besar."
Penilaian yang diterapkan sangat ketat dan kompleks, mencakup tes fisik, kemampuan individu, karakter di asrama, hingga tes kesehatan. "Audisi Umum PB Djarum 2025 memang mengalami peningkatan kualitas peserta, tetapi di klub kami punya standar tertentu yang harus dimiliki atlet," tegas Sigit.
Para talenta terpilih ini berasal dari kelompok usia (KU) yang beragam, mencakup U-11 Putra (1), U-11 Putri (2), KU 11 Putra (2), KU 11 Putri (1), KU 12 Putra (2), dan KU 12 Putri (1). Mereka kini siap memulai perjalanan menapaki karier sebagai pebulutangkis profesional di salah satu klub bulutangkis legendaris Indonesia.
Keberhasilan sembilan atlet ini bukanlah tanpa perjuangan. Mereka terpilih dari total 1.729 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 yang memperebutkan tiket emas ini.
Ketua Tim Pencari Bakat sekaligus Juara Dunia 1997, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa proses seleksi ini digambarkan sebagai "jalan terjal menuju impian besar."
Penilaian yang diterapkan sangat ketat dan kompleks, mencakup tes fisik, kemampuan individu, karakter di asrama, hingga tes kesehatan. "Audisi Umum PB Djarum 2025 memang mengalami peningkatan kualitas peserta, tetapi di klub kami punya standar tertentu yang harus dimiliki atlet," tegas Sigit.
Lihat Juga :