WBC Kutuk Hukuman Mati Petinju Iran Mohammad Javad Vafaei Sani
Rabu, 12 November 2025 - 12:01 WIB
WBC Kutuk Hukuman Mati Petinju Iran Mohammad Javad Vafaei Sani
JAKARTA - Federasi tinju dunia World Boxing Council (WBC) secara tegas mengecam keputusan pemerintah Iran yang menjatuhkan hukuman mati kepada juara tinju nasional Mohammad Javad Vafaei Sani.
Langkah WBC ini bergema di tengah dukungan dari komunitas olahraga global, termasuk lebih dari 20 peraih medali Olimpiade yang menandatangani surat terbuka memprotes hukuman tersebut. Di antara mereka terdapat legenda olahraga dunia seperti Martina Navratilova dan Sharron Davies.
Baca Juga: Profil Mohammad Javad Vafaei Sani, Petinju Iran yang Dijatuhi Hukuman Mati karena Ikut Demo
Presiden WBC, Mauricio Sulaimán Saldívar, menyebut eksekusi terhadap seorang atlet karena mengungkapkan pendapatnya merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan semangat olahraga.
“Tinju adalah olahraga yang menumbuhkan keberanian, rasa hormat, dan semangat memperbaiki diri — bukan alat untuk menghukum secara politik,” ujar Sulaimán dalam pernyataan resminya.
“Menjatuhkan hukuman mati kepada seorang petinju, seorang juara, hanya karena mengekspresikan pikirannya, merupakan serangan langsung terhadap nilai-nilai dasar olahraga dan martabat manusia.”
Langkah WBC ini bergema di tengah dukungan dari komunitas olahraga global, termasuk lebih dari 20 peraih medali Olimpiade yang menandatangani surat terbuka memprotes hukuman tersebut. Di antara mereka terdapat legenda olahraga dunia seperti Martina Navratilova dan Sharron Davies.
Baca Juga: Profil Mohammad Javad Vafaei Sani, Petinju Iran yang Dijatuhi Hukuman Mati karena Ikut Demo
Presiden WBC, Mauricio Sulaimán Saldívar, menyebut eksekusi terhadap seorang atlet karena mengungkapkan pendapatnya merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan semangat olahraga.
“Tinju adalah olahraga yang menumbuhkan keberanian, rasa hormat, dan semangat memperbaiki diri — bukan alat untuk menghukum secara politik,” ujar Sulaimán dalam pernyataan resminya.
“Menjatuhkan hukuman mati kepada seorang petinju, seorang juara, hanya karena mengekspresikan pikirannya, merupakan serangan langsung terhadap nilai-nilai dasar olahraga dan martabat manusia.”
Kasus yang Mengguncang Dunia Olahraga
Lihat Juga :