Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026 Jika Keamanan AS Memburuk Buntut Penangkapan Maduro?

Senin, 05 Januari 2026 - 07:06 WIB
Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026 Jika Keamanan AS Memburuk Buntut Penangkapan Maduro?
JAKARTA - Eskalasi geopolitik menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu kekhawatiran dunia, termasuk potensi dampaknya terhadap agenda besar yang akan digelar AS: Piala Dunia 2026. Meski demikian, peluang pemindahan pertandingan dari Amerika Serikat dinilai nyaris tidak ada.

Mantan pemain tim nasional Uni Soviet, Vladimir Ponomaryov, menegaskan FIFA tidak akan membuka opsi relokasi Piala Dunia 11 Juni - 19 Juli 2026, terlepas dari memburuknya situasi keamanan atau tekanan politik internasional. Menurutnya, keputusan tuan rumah bersifat final dan tidak akan diganggu gugat.



“FIFA tidak akan memindahkan pertandingan Piala Dunia dari Amerika Serikat. Isu ini bahkan tidak akan masuk agenda,” ujar Ponomaryov, seraya menyoroti kuatnya posisi AS dalam struktur sepak bola global.

Penangkapan Maduro oleh militer AS telah memicu reaksi keras dari berbagai negara. Sejumlah pemimpin Amerika Latin dan kekuatan global seperti Rusia, China, dan Iran mengecam tindakan Washington sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional. Di sisi lain, beberapa sekutu AS dan negara berhaluan kanan justru menyatakan dukungan atau memilih sikap hati-hati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!