Iran Tuduh AS Bermain Politik Jelang Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Tim Belum Kantongi Visa
Minggu, 07 Juni 2026 - 11:25 WIB
Iran Tuduh AS Bermain Politik Jelang Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Tim Belum Kantongi Visa. Foto: Givemesport
JAKARTA - Ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas hanya beberapa hari sebelum kick-off Piala Dunia 2026 . Federasi Sepak Bola Iran melontarkan protes keras setelah sejumlah pejabat penting tim nasional mereka dilaporkan belum memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.
Padahal, turnamen akbar yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu akan dimulai pekan depan. Iran dijadwalkan menjalani laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Inglewood, California, pada 16 Juni mendatang.
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan para pemain Iran telah menerima visa sehingga bisa mengikuti turnamen. Namun, beberapa anggota staf pendukung dan pejabat federasi masih menunggu izin masuk, situasi yang memicu kemarahan Teheran.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Tasnim, Federasi Sepak Bola Iran menuding pemerintah AS melakukan tindakan yang bermotif politik.
"Pemerintah Amerika Serikat, dengan melanjutkan tindakan permusuhannya terhadap tim nasional, mengambil keputusan yang tidak sportif dan sepenuhnya politis dengan menolak visa bagi sejumlah anggota manajemen dan administrasi penting tim nasional Iran," demikian isi pernyataan tersebut.
Iran juga mendesak FIFA turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Menurut federasi, badan sepak bola dunia itu memiliki tanggung jawab memastikan seluruh unsur tim, termasuk staf teknis, manajemen, dan pendukung, dapat menjalankan tugasnya selama turnamen berlangsung.
Padahal, turnamen akbar yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu akan dimulai pekan depan. Iran dijadwalkan menjalani laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Inglewood, California, pada 16 Juni mendatang.
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan para pemain Iran telah menerima visa sehingga bisa mengikuti turnamen. Namun, beberapa anggota staf pendukung dan pejabat federasi masih menunggu izin masuk, situasi yang memicu kemarahan Teheran.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Tasnim, Federasi Sepak Bola Iran menuding pemerintah AS melakukan tindakan yang bermotif politik.
"Pemerintah Amerika Serikat, dengan melanjutkan tindakan permusuhannya terhadap tim nasional, mengambil keputusan yang tidak sportif dan sepenuhnya politis dengan menolak visa bagi sejumlah anggota manajemen dan administrasi penting tim nasional Iran," demikian isi pernyataan tersebut.
Iran juga mendesak FIFA turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Menurut federasi, badan sepak bola dunia itu memiliki tanggung jawab memastikan seluruh unsur tim, termasuk staf teknis, manajemen, dan pendukung, dapat menjalankan tugasnya selama turnamen berlangsung.
Lihat Juga :