Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Minggu, 21 Juni 2026 - 03:23 WIB
FFIRI berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA setelah menilai pembatasan perjalanan selama Piala Dunia 2026 telah merugikan tim nasional mereka / Foto: Saudi Gazette
GUADALAJARA - Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA setelah menilai pembatasan perjalanan selama Piala Dunia 2026 telah merugikan tim nasional mereka. Pejabat Tim Melli mengungkapkan bahwa para pemain hanya diizinkan tiba di kota pertandingan sehari sebelum laga dan harus segera kembali setelah pertandingan usai.
Menurut mereka, jadwal tersebut berdampak pada proses pemulihan fisik dan persiapan mental para pemain. "Kami adalah satu-satunya tim peserta Piala Dunia yang hanya berada di kota tuan rumah selama 24 jam, dan itu tidak adil. Semua pembatasan ini berdampak negatif pada pemain kami secara fisik dan mental," kata Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini dikutip dari Saudi Gazette, Minggu (21/6/2026).
Selama turnamen, Iran menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas tim. Untuk laga pembuka melawan Selandia Baru di Los Angeles yang berakhir imbang 2-2, skuad Iran baru melakukan perjalanan sehari sebelumnya. Kapten tim, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa perjalanan yang seharusnya singkat justru memakan waktu sekitar lima jam akibat prosedur imigrasi dan pemeriksaan keamanan.
Baca Juga: Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Setelah pertandingan, Iran langsung kembali ke Meksiko. Padahal, tim berharap dapat menginap semalam di California guna membantu proses pemulihan pemain. Pejabat Iran juga mengklaim permintaan untuk berangkat ke Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia pada Minggu ditolak.
Federasi menilai pembatasan tersebut tidak memberikan kondisi yang setara bagi seluruh peserta dan berpotensi memengaruhi persiapan tim, terutama karena laga kontra Belgia dijadwalkan berlangsung pada siang hari. Namun, peraturan FIFA sebenarnya menyebutkan bahwa tim peserta pada umumnya melakukan perjalanan dari markas menuju kota pertandingan satu hari sebelum laga dan kembali setelah pertandingan selesai.
Menurut mereka, jadwal tersebut berdampak pada proses pemulihan fisik dan persiapan mental para pemain. "Kami adalah satu-satunya tim peserta Piala Dunia yang hanya berada di kota tuan rumah selama 24 jam, dan itu tidak adil. Semua pembatasan ini berdampak negatif pada pemain kami secara fisik dan mental," kata Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini dikutip dari Saudi Gazette, Minggu (21/6/2026).
Selama turnamen, Iran menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas tim. Untuk laga pembuka melawan Selandia Baru di Los Angeles yang berakhir imbang 2-2, skuad Iran baru melakukan perjalanan sehari sebelumnya. Kapten tim, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa perjalanan yang seharusnya singkat justru memakan waktu sekitar lima jam akibat prosedur imigrasi dan pemeriksaan keamanan.
Baca Juga: Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Setelah pertandingan, Iran langsung kembali ke Meksiko. Padahal, tim berharap dapat menginap semalam di California guna membantu proses pemulihan pemain. Pejabat Iran juga mengklaim permintaan untuk berangkat ke Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia pada Minggu ditolak.
Federasi menilai pembatasan tersebut tidak memberikan kondisi yang setara bagi seluruh peserta dan berpotensi memengaruhi persiapan tim, terutama karena laga kontra Belgia dijadwalkan berlangsung pada siang hari. Namun, peraturan FIFA sebenarnya menyebutkan bahwa tim peserta pada umumnya melakukan perjalanan dari markas menuju kota pertandingan satu hari sebelum laga dan kembali setelah pertandingan selesai.
Lihat Juga :