Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Senin, 29 Juni 2026 - 10:50 WIB
Laga Austria kontra Aljazair pada pertandingan terakhir Grup J Piala Dunia 2026 memicu kontroversi setelah hasil imbang 3-3 meloloskan kedua tim ke babak gugur sekaligus menyingkirkan Iran / Foto: The Report.Live
Laga Austria kontra Aljazair pada pertandingan terakhir Grup J Piala Dunia 2026 memicu kontroversi setelah hasil imbang 3-3 meloloskan kedua tim ke babak gugur sekaligus menyingkirkan Iran. Situasi tersebut mengingatkan publik pada "Aib Gijon" di Piala Dunia 1982, ketika Jerman Barat dan Austria dituding 'bermain sabun' demi memastikan keduanya lolos, sementara Aljazair tersingkir.
Kali ini, Austria dan Aljazair juga hanya membutuhkan hasil imbang untuk sama-sama melaju. Namun, alih-alih bermain pasif, Austria dan Aljazair justru menyuguhkan pertandingan penuh drama dengan enam gol. Tim berjuluk Das Team dua kali memimpin lewat Marko Arnautovic dan Marcel Sabitzer, tetapi selalu mampu disamakan Aljazair melalui Rafik Belghali dan Riyad Mahrez.
Drama mencapai puncaknya di masa injury time. Mahrez mencetak gol pada menit ke-93 yang sempat membuat Aljazair unggul 3-2 dan mengancam menyingkirkan Austria.
Baca Juga: Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Namun hanya beberapa detik sebelum laga usai, Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 yang memastikan skor 3-3 sekaligus mengantarkan kedua tim ke fase gugur. Meski demikian, hasil tersebut memicu tuduhan adanya pengaturan pertandingan, terutama dari sejumlah pendukung Iran yang merasa timnya dirugikan.
Di media sosial beredar berbagai cuplikan yang diklaim menunjukkan kedua tim bermain santai saat skor imbang, bahkan muncul spekulasi adanya komunikasi antarpemain dan bangku cadangan untuk menjaga hasil tetap seri. Pelatih Austria, Ralf Rangnick, membantah keras tuduhan tersebut.
Kali ini, Austria dan Aljazair juga hanya membutuhkan hasil imbang untuk sama-sama melaju. Namun, alih-alih bermain pasif, Austria dan Aljazair justru menyuguhkan pertandingan penuh drama dengan enam gol. Tim berjuluk Das Team dua kali memimpin lewat Marko Arnautovic dan Marcel Sabitzer, tetapi selalu mampu disamakan Aljazair melalui Rafik Belghali dan Riyad Mahrez.
Drama mencapai puncaknya di masa injury time. Mahrez mencetak gol pada menit ke-93 yang sempat membuat Aljazair unggul 3-2 dan mengancam menyingkirkan Austria.
Baca Juga: Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Namun hanya beberapa detik sebelum laga usai, Sasa Kalajdzic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 yang memastikan skor 3-3 sekaligus mengantarkan kedua tim ke fase gugur. Meski demikian, hasil tersebut memicu tuduhan adanya pengaturan pertandingan, terutama dari sejumlah pendukung Iran yang merasa timnya dirugikan.
Di media sosial beredar berbagai cuplikan yang diklaim menunjukkan kedua tim bermain santai saat skor imbang, bahkan muncul spekulasi adanya komunikasi antarpemain dan bangku cadangan untuk menjaga hasil tetap seri. Pelatih Austria, Ralf Rangnick, membantah keras tuduhan tersebut.
Lihat Juga :