Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 - 20:12 WIB
Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
Afrika kembali menegaskan pengaruhnya di Piala Dunia 2026 . Dengan sembilan wakil yang tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, jumlah tersebut menjadi representasi terbesar benua Afrika sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia. Kehadiran mereka melanjutkan perjalanan panjang Afrika, dari sekadar peserta pelengkap hingga mampu bersaing di fase-fase akhir turnamen.
Sejarah Afrika di Piala Dunia dimulai ketika Mesir tampil pada edisi 1934 di Italia. Setelah itu, wakil Afrika sempat absen lebih dari tiga dekade sebelum Maroko kembali membawa nama benua tersebut ke panggung dunia pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Keterwakilan Afrika pun masih sangat terbatas selama bertahun-tahun karena hanya tersedia satu slot kualifikasi.
Baca Juga: Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
Perubahan mulai terasa pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, ketika Kamerun dan Aljazair tampil secara bersamaan. Jumlah wakil Afrika kemudian terus bertambah, termasuk tiga tim pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Seiring perluasan peserta menjadi 48 negara pada Piala Dunia 2026, Afrika mendapat sembilan tiket dan mencatatkan rekor baru dalam sejarah kompetisi.
Kamerun menjadi negara Afrika dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni delapan kali sejak debut pada 1982. Pencapaian terbaik mereka terjadi pada 1990 saat menembus perempat final. Maroko berada di belakangnya dengan tujuh penampilan dan menjadi wakil Afrika paling sukses dalam sejarah Piala Dunia setelah finis di posisi keempat pada 2022.
Tunisia juga telah tampil tujuh kali, tetapi belum mampu melewati fase grup. Nigeria mengoleksi enam penampilan dengan pencapaian terbaik mencapai babak 16 besar pada 1994, 1998, dan 2014. Aljazair telah tampil lima kali dan pernah menembus 16 besar pada 2014, sedangkan Ghana juga mencatat lima partisipasi dengan prestasi terbaik mencapai perempat final pada 2010.
Senegal dan Mesir turut menorehkan catatan penting. Senegal mencapai perempat final pada debut mereka di Piala Dunia 2002, sementara Mesir yang pertama kali tampil pada 1934 berhasil mencapai babak 16 besar pada edisi 2026. Pantai Gading, Afrika Selatan, Republik Demokratik Kongo, hingga Cape Verde juga menambah warna perjalanan Afrika pada turnamen tahun ini.
Sejarah Afrika di Piala Dunia dimulai ketika Mesir tampil pada edisi 1934 di Italia. Setelah itu, wakil Afrika sempat absen lebih dari tiga dekade sebelum Maroko kembali membawa nama benua tersebut ke panggung dunia pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Keterwakilan Afrika pun masih sangat terbatas selama bertahun-tahun karena hanya tersedia satu slot kualifikasi.
Baca Juga: Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
Perubahan mulai terasa pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, ketika Kamerun dan Aljazair tampil secara bersamaan. Jumlah wakil Afrika kemudian terus bertambah, termasuk tiga tim pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Seiring perluasan peserta menjadi 48 negara pada Piala Dunia 2026, Afrika mendapat sembilan tiket dan mencatatkan rekor baru dalam sejarah kompetisi.
Kamerun menjadi negara Afrika dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni delapan kali sejak debut pada 1982. Pencapaian terbaik mereka terjadi pada 1990 saat menembus perempat final. Maroko berada di belakangnya dengan tujuh penampilan dan menjadi wakil Afrika paling sukses dalam sejarah Piala Dunia setelah finis di posisi keempat pada 2022.
Tunisia juga telah tampil tujuh kali, tetapi belum mampu melewati fase grup. Nigeria mengoleksi enam penampilan dengan pencapaian terbaik mencapai babak 16 besar pada 1994, 1998, dan 2014. Aljazair telah tampil lima kali dan pernah menembus 16 besar pada 2014, sedangkan Ghana juga mencatat lima partisipasi dengan prestasi terbaik mencapai perempat final pada 2010.
Senegal dan Mesir turut menorehkan catatan penting. Senegal mencapai perempat final pada debut mereka di Piala Dunia 2002, sementara Mesir yang pertama kali tampil pada 1934 berhasil mencapai babak 16 besar pada edisi 2026. Pantai Gading, Afrika Selatan, Republik Demokratik Kongo, hingga Cape Verde juga menambah warna perjalanan Afrika pada turnamen tahun ini.
Lihat Juga :