Prancis Menanti Pemenang Spanyol vs Belgia: Siapa Lebih Berbahaya di Semifinal?
Jum'at, 10 Juli 2026 - 08:02 WIB
Prancis Menanti Pemenang Spanyol vs Belgia: Siapa Lebih Berbahaya di Semifinal?
Prancis telah memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 usai menang 2-0 atas Maroko. Les Bleus kini menanti pemenang duel Spanyol kontra Belgia, dua calon lawan dengan karakter berbeda yang sama-sama berpotensi menyulitkan Kylian Mbappe dan kolega.
Spanyol menjadi kandidat terkuat untuk menantang Prancis di empat besar. Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, La Roja memiliki peluang menang 59,3 persen dalam waktu normal dan 69,5 persen untuk lolos ke semifinal, termasuk kemungkinan melalui extra time atau adu penalti. Tim asuhan Luis de la Fuente datang dengan pertahanan sangat solid, mencatat enam clean sheet beruntun serta tidak kebobolan selama 10 jam 9 menit di Piala Dunia 2026. Mereka juga hanya membiarkan lawan menghasilkan rata-rata expected goals against atau xGA sebesar 0,30 per pertandingan, terendah dalam sejarah satu edisi Piala Dunia.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Prancis Tim Pertama Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Kekuatan Spanyol tidak hanya terletak pada lini belakang. Rodri menjadi pengatur permainan dengan 80 umpan progresif yang menembus garis pertahanan lawan, sedangkan Lamine Yamal telah mencatat 17 dribel sukses sepanjang turnamen. Spanyol juga memiliki modal psikologis bagus karena tak terkalahkan dalam 11 pertemuan terakhir melawan Belgia, dengan sembilan kemenangan dan dua hasil imbang. Lima laga terakhir bahkan dimenangi La Roja dengan agregat gol telak 13-1.
Namun Belgia tidak bisa dipandang sebelah mata. Setelah tampil kurang meyakinkan di fase grup, tim asuhan Rudi Garcia mulai menemukan ritme permainan dengan menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time pada babak 32 besar, lalu menghajar Amerika Serikat 4-1 di 16 besar. Belgia memiliki serangan produktif dengan rata-rata 21,4 tembakan per laga dan rasio konversi peluang 12,1 persen, terbaik kedua mereka dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966.
Charles De Ketelaere sedang berada dalam performa menonjol setelah mencetak dua gol saat melawan Amerika Serikat. Romelu Lukaku juga menjadi senjata penting dari bangku cadangan dengan tiga gol di turnamen ini. Jika kembali mencetak gol sebagai pemain pengganti, Lukaku bisa mendekati catatan Roger Milla sebagai pencetak gol terbanyak dari bangku cadangan dalam satu edisi Piala Dunia.
Spanyol menjadi kandidat terkuat untuk menantang Prancis di empat besar. Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, La Roja memiliki peluang menang 59,3 persen dalam waktu normal dan 69,5 persen untuk lolos ke semifinal, termasuk kemungkinan melalui extra time atau adu penalti. Tim asuhan Luis de la Fuente datang dengan pertahanan sangat solid, mencatat enam clean sheet beruntun serta tidak kebobolan selama 10 jam 9 menit di Piala Dunia 2026. Mereka juga hanya membiarkan lawan menghasilkan rata-rata expected goals against atau xGA sebesar 0,30 per pertandingan, terendah dalam sejarah satu edisi Piala Dunia.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Prancis Tim Pertama Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Kekuatan Spanyol tidak hanya terletak pada lini belakang. Rodri menjadi pengatur permainan dengan 80 umpan progresif yang menembus garis pertahanan lawan, sedangkan Lamine Yamal telah mencatat 17 dribel sukses sepanjang turnamen. Spanyol juga memiliki modal psikologis bagus karena tak terkalahkan dalam 11 pertemuan terakhir melawan Belgia, dengan sembilan kemenangan dan dua hasil imbang. Lima laga terakhir bahkan dimenangi La Roja dengan agregat gol telak 13-1.
Namun Belgia tidak bisa dipandang sebelah mata. Setelah tampil kurang meyakinkan di fase grup, tim asuhan Rudi Garcia mulai menemukan ritme permainan dengan menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time pada babak 32 besar, lalu menghajar Amerika Serikat 4-1 di 16 besar. Belgia memiliki serangan produktif dengan rata-rata 21,4 tembakan per laga dan rasio konversi peluang 12,1 persen, terbaik kedua mereka dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966.
Charles De Ketelaere sedang berada dalam performa menonjol setelah mencetak dua gol saat melawan Amerika Serikat. Romelu Lukaku juga menjadi senjata penting dari bangku cadangan dengan tiga gol di turnamen ini. Jika kembali mencetak gol sebagai pemain pengganti, Lukaku bisa mendekati catatan Roger Milla sebagai pencetak gol terbanyak dari bangku cadangan dalam satu edisi Piala Dunia.
Lihat Juga :