8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 Jadi Arena Perebutan Poin Olimpiade
Senin, 27 Juli 2026 - 14:26 WIB
Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia taekwondo saat 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 digelar di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 1–5 Agustus 2026 / Foto: Ilustrasi AI
JAKARTA - Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia taekwondo saat 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 digelar di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 1–5 Agustus 2026. Kejuaraan berstatus World Taekwondo (WT) Grade G2 ini menjadi salah satu turnamen paling bergengsi karena memperebutkan poin ranking dunia menuju Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade.
Sebanyak 478 atlet dari 36 negara dipastikan ambil bagian, menghadirkan persaingan berkelas internasional di Jakarta. Bagi Indonesia, ajang ini bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga membuka kesempatan bagi atlet Merah Putih merasakan atmosfer kompetisi dunia tanpa harus bertanding ke luar negeri.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen Richard Tampubolon, menegaskan penyelenggaraan kejuaraan G2 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem prestasi taekwondo nasional. Menurutnya, menghadirkan lawan-lawan terbaik dunia ke Indonesia akan membantu atlet meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, sekaligus menghemat biaya yang selama ini menjadi kendala untuk mengikuti turnamen internasional di luar negeri.
"Ketika dunia datang ke Indonesia, atlet kita memperoleh pengalaman internasional yang sangat berharga tanpa harus selalu mencari kesempatan ke luar negeri. Inilah investasi terbaik untuk masa depan taekwondo Indonesia," ujar Richard dalam keterangan persnya, Senin (27/7/2026).
Sebanyak 478 atlet dari 36 negara dipastikan ambil bagian, menghadirkan persaingan berkelas internasional di Jakarta. Bagi Indonesia, ajang ini bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga membuka kesempatan bagi atlet Merah Putih merasakan atmosfer kompetisi dunia tanpa harus bertanding ke luar negeri.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen Richard Tampubolon, menegaskan penyelenggaraan kejuaraan G2 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem prestasi taekwondo nasional. Menurutnya, menghadirkan lawan-lawan terbaik dunia ke Indonesia akan membantu atlet meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, sekaligus menghemat biaya yang selama ini menjadi kendala untuk mengikuti turnamen internasional di luar negeri.
"Ketika dunia datang ke Indonesia, atlet kita memperoleh pengalaman internasional yang sangat berharga tanpa harus selalu mencari kesempatan ke luar negeri. Inilah investasi terbaik untuk masa depan taekwondo Indonesia," ujar Richard dalam keterangan persnya, Senin (27/7/2026).
Lihat Juga :