Ivan Lendl: Gelar Grand Slam Penutup Debat 'GOAT' di Tenis

Sabtu, 09 Mei 2020 - 22:34 WIB
Roger Federer, Novak Djokovic, dan Rafael Nadal, terus mendominasi lapangan tenis, dan memunculkan perdebatan siapa yang terbaik/Foto/tennishead.net
LONDON - Debat mengenai siapa petenis yang layak menyandang gelar 'GOAT' (greatest of all time/terhebat sepanjang masa) telah memunculkan sejumlah pendapat selama satu dekade tenis. Ini akan tetap menjadi topik hangat saat Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic terus mendominasi lapangan tenis, diantara mereka membagi 13 gelar grand slam terakhir.

Federer, yang akan berusia 39 tahun pada Agustus, memimpin perolehan trofi Grand Slam dengan 20 gelar tunggal. Lalu petenis Spanyol Nadal berada di belakangnya dengan 19.



Djokovic, 32 tahun, berada di urutan ketiga di belakang petenis Swiss dengan 17 trofi dan merupakan yang termuda, setahun lebih muda dari Nadal.

Para pakar dan fans telah memperdebatkan berbagai faktor untuk menentukan kehebatan pemain: jumlah minggu di peringkat No. 1, jumlah keseluruhan gelar, jumlah Grand Slam atau rekor head-to-head.

Mantan bintang tenis Ivan Lendl mengunkapkan ada dua era dimana petenis terbaik muncul di era pra-Open, petenis Australia Rod Laver bisa dikatakan yang terbaik. Sedangkan di era 'Open' ada tiga yang masih harus dibuktikan siapa yang terbaik, antara Federer, Nadal, dan Djokovic.

"Antara Novak, Rafa, dan Roger adalah tentang siapa yang mendapatkan trofi utama paling banyak dan siapa yang dianggap yang terbaik sepanjang masa di era 'Open'," kata Lendl kepada televisi Channel Nine Australia dalam sebuah wawancara yang diposting pada Jumat (8/5/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!