Sejarah, Pertama Kali PON 2024 Digelar Didua Provinsi
Kamis, 19 November 2020 - 18:33 WIB
Menpora RI Zainudin Amali menyerahkan SK kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman./foto/kemenpora.go.id
JAKARTA - Aceh dan Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah PON 2024 (XXI). Keputusan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No 71 Tahun 2020 yang diserahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( Menpora RI ) Zainudin Amali, kemarin. Proses penyerahan diberikan kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
Menpora menjelaskan, SK penetapan tuan rumah PON 2024 memang terasa cukup lama. Alasannya, aturan lama hanya mengenal satu Provinsi untuk menjadi tuan rumah. "Tapi saat ini tempatnya ada di dua Provinsi sehingga kalau dipaksakan jalan dengan aturan awal akan bermasalah. Maka kami upayakan untuk revisi aturan PP Nomor 17 tahun 2007. Alhamdulillah sudah selesai," kata Zainudin seperti dikutip dari situs kemenpora.go.id, Kamis (19/11).
Menpora berharap kedua provinsi segera duduk bersama, sinergi dan berkoordinasi dengan KONI sehingga semua bisa direncanakan dengan baik dan setelah gelaran tidak menyisakan permasalahan. Aceh dan Sumatera Utara, lanjut Menpora, memiliki kesetaraan, sehingga harus padu termasuk dengan KONI Aceh dan KONI Sumatera Utara.Dia berharapseluruh fasilitas yang dibangun didesain dengan memperhatikan standar internasional
Tujuannya sarana prasarana yang ada tidak berhenti seusai PON tapi bisa secara berkesinambungan dimanfaatkan event-event dan tempat pembinaan atlet secara berkesinambungan. "Ini sejarah, pengalaman pertama PON diselenggarakan secara bersama, dan kepercayaan diberikan kepada Aceh dan Sumut," tambah Zainudin.
Menpora menjelaskan, SK penetapan tuan rumah PON 2024 memang terasa cukup lama. Alasannya, aturan lama hanya mengenal satu Provinsi untuk menjadi tuan rumah. "Tapi saat ini tempatnya ada di dua Provinsi sehingga kalau dipaksakan jalan dengan aturan awal akan bermasalah. Maka kami upayakan untuk revisi aturan PP Nomor 17 tahun 2007. Alhamdulillah sudah selesai," kata Zainudin seperti dikutip dari situs kemenpora.go.id, Kamis (19/11).
Menpora berharap kedua provinsi segera duduk bersama, sinergi dan berkoordinasi dengan KONI sehingga semua bisa direncanakan dengan baik dan setelah gelaran tidak menyisakan permasalahan. Aceh dan Sumatera Utara, lanjut Menpora, memiliki kesetaraan, sehingga harus padu termasuk dengan KONI Aceh dan KONI Sumatera Utara.Dia berharapseluruh fasilitas yang dibangun didesain dengan memperhatikan standar internasional
Tujuannya sarana prasarana yang ada tidak berhenti seusai PON tapi bisa secara berkesinambungan dimanfaatkan event-event dan tempat pembinaan atlet secara berkesinambungan. "Ini sejarah, pengalaman pertama PON diselenggarakan secara bersama, dan kepercayaan diberikan kepada Aceh dan Sumut," tambah Zainudin.
Lihat Juga :