Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
Jum'at, 22 Mei 2020 - 22:02 WIB
Antrean masuk penonton Timnas Indonesia vs Islandia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 15 Januari 2018 lalu. Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menggunakan istilah new normal sebagai kondisi di manamasyarakat diminta ‘beradaptasi' dengan pandemi. Pusat perbelanjaan mulai menggeliat, jalanan kembali ramai oleh kendaraan, meski wabah belum benar-benar berakhir. Pertanyaannya, bagaimana dengan nasib sepak bola dan cabang olahraga lain?
Soal itu, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sedang membicarakannya. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, hari ini, Jumat (22/5) bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Jakarta untuk membahas nasib kompetisi Liga 1 2020 yang terhenti akibat wabah.
Namun, dalam pernyataan yang diterima SINDOnews, Iwan Bule -sapaan Mochamad Iriawan, masih menanti kepastian status tanggap darurat dari BNPB pada 29 Mei 2020 mendatang. Hal senada juga disampaikan Menpora.
"Tapi, pemerintah sudah menegaskan, kita harus hidup berdampingan dengan Corona. Protokol kesehatan akan dijalankan sangat ketat, tapi pemulihan ekonomi termasuk kegiatan olahraga akan mulai menyesuaikan. Kata kuncinya: kita harus tetap produktif di saat pandemi,” kata Zainudin Amali, Jumat (22/5).
Soal itu, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sedang membicarakannya. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, hari ini, Jumat (22/5) bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Jakarta untuk membahas nasib kompetisi Liga 1 2020 yang terhenti akibat wabah.
Namun, dalam pernyataan yang diterima SINDOnews, Iwan Bule -sapaan Mochamad Iriawan, masih menanti kepastian status tanggap darurat dari BNPB pada 29 Mei 2020 mendatang. Hal senada juga disampaikan Menpora.
"Tapi, pemerintah sudah menegaskan, kita harus hidup berdampingan dengan Corona. Protokol kesehatan akan dijalankan sangat ketat, tapi pemulihan ekonomi termasuk kegiatan olahraga akan mulai menyesuaikan. Kata kuncinya: kita harus tetap produktif di saat pandemi,” kata Zainudin Amali, Jumat (22/5).
Lihat Juga :