Menpora Pastikan Pembukaan PON XX Papua Digelar dengan Protap dan Prokes yang Ketat
Sabtu, 25 September 2021 - 17:03 WIB
Menpora Zainudin Amali mengungkapkan bahwa upacara pembukaan PON XX Papua digelar dengan Prosedur Tetap (protap) dan mengikuti protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin / Foto: Kemenpora
Menpora Zainudin Amali mengungkapkan bahwa upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, pada 2 Oktober mendatang, digelar dengan Prosedur Tetap (protap) dan mengikuti protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. Konsep awal pembukaan hajatan event empat tahunan ini dilakukan seperti saat pembukaan Asian Games 2018 lalu.
Menpora pun memastikan upacara pembukaan PON tetap berjalan hikmat. "Tanpa mengurangi kehikmatan. Upacara pembukaan PON XX tetap meriah tapi tak glamor karena situasi pandemi dan semua protokol tata tertib yang biasa dilakukan dalam setiap pembukaan itu tetap ada," kata Menpora dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (25/9/2021).
Menpora menjelaskan, upacara pembukaan nanti bakal menjalankan prosedur dan ketetapan seperti multievent olahraga lainnya, mulai dari pembacaan janji atlet hingga defile seluruh kontingen. "Penonton PON hanya boleh dihadiri maksimal 25 persen, sudah termasuk atlet, ofisial, dan tenaga pendukung lainnya. Dan untuk masyarakat yang ingin menonton diwajibkan sudah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19,” ungkapnya.
BACA JUGA: Atlet Bantaeng Target Sumbang Emas untuk Sulsel di PON Papua
Menpora pun memastikan upacara pembukaan PON tetap berjalan hikmat. "Tanpa mengurangi kehikmatan. Upacara pembukaan PON XX tetap meriah tapi tak glamor karena situasi pandemi dan semua protokol tata tertib yang biasa dilakukan dalam setiap pembukaan itu tetap ada," kata Menpora dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (25/9/2021).
Menpora menjelaskan, upacara pembukaan nanti bakal menjalankan prosedur dan ketetapan seperti multievent olahraga lainnya, mulai dari pembacaan janji atlet hingga defile seluruh kontingen. "Penonton PON hanya boleh dihadiri maksimal 25 persen, sudah termasuk atlet, ofisial, dan tenaga pendukung lainnya. Dan untuk masyarakat yang ingin menonton diwajibkan sudah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19,” ungkapnya.
BACA JUGA: Atlet Bantaeng Target Sumbang Emas untuk Sulsel di PON Papua
Lihat Juga :