Soal Rasisme, Rashford: Masyarakat Semakin Mudah Terpecah Belah
Senin, 01 Juni 2020 - 22:26 WIB
Marcus Rashford saat bermain bersama Manchester United. Foto: Telegraph
MANCHESTER - Penyerang Manchester United , Marcus Rashford, mengaku prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di AS akibat kematian pria kulit hitam tak bersenjata bernama George Floyd. Menurut Rashford, masyarakat dunia sekarang lebih mudah terpecah belah.
Floyd meninggal pekan lalu setelah seorang polisi berkulit putih menyergapnya dengan menekan lehernya menggunakan lutut. Kalimat terakhir Floyd ‘saya tidak bisa bernapas’ viral di media sosial, dan digunakan pada spanduk-spanduk protes sampai hari ini. (Baca juga: Lima Bek Paling Sering Bunuh Diri di Liga Inggris )
Rashford yang cukup sering terlibat kampanye anti-rasisme di luar lapangan, mengutuk aksi tersebut. Ia juga menyayangkan kerusuhan yang terjadi akibat isu rasisme di AS. Menurutnya, masyarakat dunia saat ini seperti rumput yang kering dan mudah terbakar.
“Pada suatu waktu saya telah meminta orang untuk berkumpul, bekerja sama, dan bersatu. Kami sekarang lebih mudah terpecah belah dari sebelumnya,” kata Rashford dikutip Telegraph, Senin (1/6/2020).
Floyd meninggal pekan lalu setelah seorang polisi berkulit putih menyergapnya dengan menekan lehernya menggunakan lutut. Kalimat terakhir Floyd ‘saya tidak bisa bernapas’ viral di media sosial, dan digunakan pada spanduk-spanduk protes sampai hari ini. (Baca juga: Lima Bek Paling Sering Bunuh Diri di Liga Inggris )
Rashford yang cukup sering terlibat kampanye anti-rasisme di luar lapangan, mengutuk aksi tersebut. Ia juga menyayangkan kerusuhan yang terjadi akibat isu rasisme di AS. Menurutnya, masyarakat dunia saat ini seperti rumput yang kering dan mudah terbakar.
“Pada suatu waktu saya telah meminta orang untuk berkumpul, bekerja sama, dan bersatu. Kami sekarang lebih mudah terpecah belah dari sebelumnya,” kata Rashford dikutip Telegraph, Senin (1/6/2020).
Lihat Juga :