Sejarah Olahraga di Masa Perang: Tentara Main Hoki di Kapal Perang
Sabtu, 26 Februari 2022 - 06:33 WIB
Sejarah Olahraga di Masa Perang: Tentara Main Hoki di Kapal Perang/IWM
Jauh sebelum Perang Rusia Ukraina pecah, sejarah olahraga pada masa perang tetap dilakukan seperti yang terekam dari aktivitas para tentara saat di barak militer ataupun dek kapal perang. Pada tahun 1945 George Orwell menulis bahwa olahraga serius adalah 'perang minus penembakan'. Dia berpendapat bahwa olahraga bukanlah sarana untuk mempromosikan perdamaian antar negara tetapi lebih cenderung menyebabkan ketegangan daripada menyelesaikannya.
Baca Juga: 3 Sepak Bola Eropa yang Keluarganya Terdampak Perang Rusia Ukraina
Tiga tahun setelah artikel Orwell diterbitkan, Inggris menjadi tuan rumah Olimpiade di London. 'Olimpiade Penghematan' 1948 berlangsung di dunia yang masih belum pulih dari Perang Dunia Kedua. Baik Jerman maupun Jepang tidak diundang untuk berpartisipasi. Uni Soviet diundang tetapi memilih untuk tidak mengirim pesaing. Terlepas dari masalah ini, Olimpiade sukses besar dan bebas dari kontroversi atau perasaan tidak enak di antara negara-negara yang bersaing.
Pertandingan Olimpiade lainnya tidak begitu damai. Pada tahun 1936, pemerintah Nazi Jerman menggunakan Olimpiade Berlin untuk mempromosikan rezim mereka. Selama Olimpiade Munich 1972, 11 atlet dan pelatih Israel dibunuh oleh kelompok pejuang Palestina. Game sebelumnya juga telah dirusak oleh boikot.
Baca Juga: 3 Sepak Bola Eropa yang Keluarganya Terdampak Perang Rusia Ukraina
Tiga tahun setelah artikel Orwell diterbitkan, Inggris menjadi tuan rumah Olimpiade di London. 'Olimpiade Penghematan' 1948 berlangsung di dunia yang masih belum pulih dari Perang Dunia Kedua. Baik Jerman maupun Jepang tidak diundang untuk berpartisipasi. Uni Soviet diundang tetapi memilih untuk tidak mengirim pesaing. Terlepas dari masalah ini, Olimpiade sukses besar dan bebas dari kontroversi atau perasaan tidak enak di antara negara-negara yang bersaing.
Pertandingan Olimpiade lainnya tidak begitu damai. Pada tahun 1936, pemerintah Nazi Jerman menggunakan Olimpiade Berlin untuk mempromosikan rezim mereka. Selama Olimpiade Munich 1972, 11 atlet dan pelatih Israel dibunuh oleh kelompok pejuang Palestina. Game sebelumnya juga telah dirusak oleh boikot.
Lihat Juga :