alexametrics
KLASEMEN
Grup
TeamPlayPoin
URU39
RUS36
KSA33
EGY30
TeamPlayPoin
ESP35
POR35
IRN34
MAR3-3
TeamPlayPoin
PRC37
DEN35
PER33
AUS31
TeamPlayPoin
CRO39
ARG34
NGA33
ISL31
TeamPlayPoin
BRA37
SUI35
SRB33
CRC31
TeamPlayPoin
SWE36
MEX36
KOR33
GER33
TeamPlayPoin
BEL39
ENG36
TUN33
PAN30
TeamPlayPoin
COL36
JPN34
SEN34
POL33
Photo
Mantan Pesepakbola PSG Gabung dengan PS Tira
Video
Sekjen PSSI Diperiksa Satgas Anti Mafia Bola

Ambisi Vs Dendam

Koran Sindo
loading...
Ambisi Vs Dendam
Konon, history is repeating itself atau sejarah cenderung terulang. Itulah yang didengungkan Prancis jelang final Piala Dunia 2018 kontra Kroasia nanti malam.

Sebaliknya Luka Modric dkk datang membawa dendam 20 tahun lalu untuk mengubur ambisi Les Bleus. Modric baru berusia 12 tahun dan Ivan Rakitic hanya 10 tahun kala Davor Suker cs menghentak dunia di Piala Dunia 1998. Dengan kostum mencolok seperti papan catur berwarna merah putih, Kroasia melaju ke semifinal.

Menambah manis catatan tersebut, pada kegiatan yang digelar di Prancis itu adalah kala pertama Vatreni-julukan Kroasia-berlaga di Piala Dunia. Saat itu, mirip dengan kondisi sekarang, Kroasia dihuni pemain hebat di semua lini. Selain Suker, ada nama-nama fenomenal di antaranya Robert Jarni, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, atau Mario Stanic.

Ledakan Kroasia diredam Les Bleus-julukan Prancis-di empat besar. Sempat unggul 1-0 lewat terjangan Suker, Kroasia harus menelan pil pahit setelah dua gol Lilian Thuram tak mampu dihadang Drazen Ladic. Pupuslah asa merasakan final pada partisipasi pertama mereka di panggung sepak bola paling akbar di dunia itu.

Semangat pasukan Miroslav Blazevic kembali membara di perebutan tempat ketiga. Belanda dijinakkan 2-1 lewat kontribusi Prosinecki dan Suker. Sedangkan gol De Oranye disumbang Bolo Zenden. Selain mengamankan juara ketiga, Suker mengakhiri Piala Dunia sebagai pencetak gol terbanyak.

Prancis yang mengalahkan Kroasia di semifinal lantas berkuasa sebagai juara dunia di hadapan publik sendiri. Nanti malam keduanya kembali berhadapan. Level pertemuan meningkat menjadi final Piala Dunia. Luzhniki Stadium, Moskow, didaulat menjadi panggung duel berbau dendam.

“Saya masih kecil saat itu. Apa yang mereka (tim nasional Kroasia 1998) membakar semangat semua anakanak, remaja yang bermimpi menjadi pesepak bola. Mereka menanamkan semangat dan cinta terhadap negara,” ujar Modric saat konferensi pers jelang final Piala Dunia di Luzhniki Stadium, kemarin.

Gelandang Kroasia Ivan Rakitic yang meladeni wartawan dalam sesi terbatas menegaskan memori 1998 adalah pelecut memori terbaik. “Banyak yang mengatakan itu dendam, tapi saya melihatnya sebagai pembangkit energi dan spirit. Kami menyaksikan pertandingan tersebut berulang-ulang.

Itu (1998) sejarah, dan kini kami ingin menang,” kata penggawa Barcelona itu. Kroasia melaju ke final dengan kondisi carut-marut di negaranya. Tidak semua warga negara mini itu mendukung laju Modric dkk di Rusia.

Sesaat sebelum terbang ke Negeri Paman Putin , Modric dipanggil untuk bersaksi di pengadilan dalam kasus penggelapan dan penipuan menyeret Zdravko Mamic. Awalnya Mamic dianggap sebagi orang paling berjasa dalam sepak bola modern negara itu.

Namun, lantas diketahui dia mengambil keuntungan secara ilegal, penggelapan pajak penjualan pemain Dinamo Zagreb. Daftar pemain tersebut cukup panjang, di antaranya ada Modric dan Dejan Lovren. Jaring korupsi Mamic sungguh kuat, mulai dari Dinamo hingga ke tim Vatreni .

Mamic dihukum 6,5 tahun setelah diputuskan bersalah atas tuduhan penggelapan pajak, sedangkan rekannya Damir Vrbanovic, direktur eksekutif Federasi Sepak Bola Kroasia (CFF), diganjar tiga tahun bui. Namun, Sabtu (7/7), Vrbanovic hadir berdampingan dengan Presiden Kolinda Grabar- Kitarovic saat Kroasia menyingkirkan Rusia di perempat final Piala Dunia di Fisht Olympic Stadium, Sochi.

Pemandangan ini membuat kening berkerut, masyarakat pun semakin skeptis terhadap manajemen sepak bola negara itu. “Banyak cerita, banyak hal dikaitkan ke mana-mana. Saya hanya konsentrasi untuk besok (hari ini). Itu yang saya lakukan, begitu juga dengan pemain lain dan pelatih.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
PROFIL TIM
Hot Topic