3 Negara yang Pernah Melarang Olahraga Tinju, Nomor 1 Lahirkan Monster Kelas Berat
Sabtu, 21 Januari 2023 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Larangan Norwegia diberlakukan sejak 1981 karena masalah kesehatan. Asosiasi Medis Dunia telah lama menganjurkan agar olahraga tersebut dilarang di seluruh dunia.
Petarung Norwegia, di sisi lain, sangat gembira karena mereka akan dapat bertarung di rumah dan penghasilan mereka akan meningkat. Larangan diangkat setelah parlemen Norwegia (Storting) telah memilih untuk mencabut larangan tinju profesional di Norwegia. Pemungutan suara adalah 54 berbanding 48 mendukung pencabutan larangan berusia 33 tahun tersebut.
Negara - Negara yang masih melarang professional tinju makin mengecil setelah mayoritas negara melepas larangan tersebut di beberapa dekade berikut seperti Swedia dan Norwegia tersebut.
2. Islandia
Islandia melarang tinju profesional pada tahun 1983 karena masalah keamanan dan potensi cedera serius atau kematian di antara para peserta. Larangan itu diberlakukan setelah kematian seorang petinju lokal selama pertandingan, dan itu tetap berlaku sejak saat itu.
Pemerintah Islandia dan komunitas medis berpendapat bahwa olahraga menimbulkan risiko yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka yang berpartisipasi, dan resikonya lebih besar daripada manfaat potensial.
Petarung Norwegia, di sisi lain, sangat gembira karena mereka akan dapat bertarung di rumah dan penghasilan mereka akan meningkat. Larangan diangkat setelah parlemen Norwegia (Storting) telah memilih untuk mencabut larangan tinju profesional di Norwegia. Pemungutan suara adalah 54 berbanding 48 mendukung pencabutan larangan berusia 33 tahun tersebut.
Negara - Negara yang masih melarang professional tinju makin mengecil setelah mayoritas negara melepas larangan tersebut di beberapa dekade berikut seperti Swedia dan Norwegia tersebut.
2. Islandia
Islandia melarang tinju profesional pada tahun 1983 karena masalah keamanan dan potensi cedera serius atau kematian di antara para peserta. Larangan itu diberlakukan setelah kematian seorang petinju lokal selama pertandingan, dan itu tetap berlaku sejak saat itu.
Pemerintah Islandia dan komunitas medis berpendapat bahwa olahraga menimbulkan risiko yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka yang berpartisipasi, dan resikonya lebih besar daripada manfaat potensial.
Lihat Juga :