Lewis Hamilton Puas Lihat Evolusi Jet Darat Mercedes untuk F1 2023
Jum'at, 17 Februari 2023 - 01:02 WIB
loading...
A
A
A
Livery baru W14 menampilkan warna hitam yang sangat gagah dengan balutan garis berwarna toscha khas sang sponsor, Petronas. Warna tersebut sangat mirip dengan yang mereka gunakan pada musim 2020 dan 2021 sebelum akhirnya mengenakan warna perak tradisional pada musim lalu.
Livery hitam tersebut digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan keragaman dalam olahraga yang berhubungan dengan gerakan yang mendukung para atlet kulit hitam, yakni Black Lives Matter. Hal itu jelas relevan karena FIA semakin berupaya untuk menghentikan para pembalap membuat pernyataan politik, termasuk soal rasisme.
Hamilton pun mengatakan bahwa usaha FIA untuk membungkam mulut para pembalap untuk mengatakan hal-hal politis tak akan membuatnya berhenti untuk menyuarakan soal isu kesetaraan yang selama ini sering dilontarkannya. Dia akan terus melakukannya karena para pembalap juga sepakat soal itu dan mereka mendapat dukungan penuh dari CEO F1, Stefano Domenicali.
“Tidak ada yang akan menghentikan saya untuk berbicara tentang hal-hal yang saya sukai. Olahraga memiliki tanggung jawab untuk berbicara dan menciptakan kesadaran tentang topik-topik penting, terutama saat kita bepergian ke berbagai tempat. Jadi tidak ada yang berubah,” jelas pembalap berusia 38 tahun itu.
"Akan konyol untuk mengatakan saya ingin mendapatkan poin penalti karena berbicara tentang hal-hal ini tetapi saya masih akan mengutarakan pikiran saya. Kami masih memiliki platform ini. Dukungan dari Stefano sangat luar biasa dan semua pembalap sangat selaras dengan kebebasan berbicara,” tambahnya.
Livery hitam tersebut digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan keragaman dalam olahraga yang berhubungan dengan gerakan yang mendukung para atlet kulit hitam, yakni Black Lives Matter. Hal itu jelas relevan karena FIA semakin berupaya untuk menghentikan para pembalap membuat pernyataan politik, termasuk soal rasisme.
Hamilton pun mengatakan bahwa usaha FIA untuk membungkam mulut para pembalap untuk mengatakan hal-hal politis tak akan membuatnya berhenti untuk menyuarakan soal isu kesetaraan yang selama ini sering dilontarkannya. Dia akan terus melakukannya karena para pembalap juga sepakat soal itu dan mereka mendapat dukungan penuh dari CEO F1, Stefano Domenicali.
“Tidak ada yang akan menghentikan saya untuk berbicara tentang hal-hal yang saya sukai. Olahraga memiliki tanggung jawab untuk berbicara dan menciptakan kesadaran tentang topik-topik penting, terutama saat kita bepergian ke berbagai tempat. Jadi tidak ada yang berubah,” jelas pembalap berusia 38 tahun itu.
"Akan konyol untuk mengatakan saya ingin mendapatkan poin penalti karena berbicara tentang hal-hal ini tetapi saya masih akan mengutarakan pikiran saya. Kami masih memiliki platform ini. Dukungan dari Stefano sangat luar biasa dan semua pembalap sangat selaras dengan kebebasan berbicara,” tambahnya.
(sto)
Lihat Juga :