Begini Cara Zidane Ubah Madrid Jadi 'Monster' Hentikan Dominasi Barca
Kamis, 16 Juli 2020 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Menempati urutan ketiga klasemen Primera Liga musim 2018/2019, Zidane ditugaskan mengembalikan Madrid ke trek juara. Pengalamannya saat menukangi tim di periode pertama penuh kesuksesan memudahkannya merekonstruksi Madrid. (Baca juga: Pertarungan Setengah Hati di Laut China Selatan)
Fondasi utamanya adalah memaksimalkan potensi pemain muda ke tim utama seperti Federico Valverde, 21; Brahim Diaz, 20; Vinicius Jr, 20; Rodrygo Goes, 19; dan Eder Gabriel Militao, 22.
Kelimanya bahu-membahu dengan pemain-pemain mapan yang menjadi bagian kesuksesan Zidane meraih trofi Primera Liga pertamanya (2016/2017) seperti Sergio Ramos, Marcelo, Toni Kroos, Casemiro, dan Karim Benzema. Ditambah kedatangan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang. Kepiawaian Zidane melakukan rotasi skuad di setiap pertandingan membuat Los Blancos begitu solid.
Hermel mengungkapkan bagaimana Zidane menceritakan saat masih menjadi pemain. Dia benci ketika pelatih berbicara panjang soal tim. Pun pemain lain, yang berhenti mendengarkan setelah 10 menit. Pengalaman itu membuat Zidane mengaku tidak suka berbicara banyak kepada pemain.
“Jadi, hari ini, ketika saya harus berbicara dengan seorang pemain, saya membatasi diri pada satu atau tiga instruksi dan selalu selesai dengan, 'Sekarang, pergilah dan nikmati diri Anda di lapangan. ' Tidak lebih, tidak kurang," tandas Hermel.
Formula tersebut mulai menunjukkan hasil. Zidane sukses mempersembahkan trofi Supercopa de Espana, Januari lalu. Kini, Zidane berpeluang besar mengamankan gelar Primera Liga keduanya bersama Madrid. Los Blancos memuncaki klasemen sementara Primera Liga dengan 83 poin, unggul empat poin dari seteru abadinya, Barcelona, yang berada di urutan kedua. (Baca juga: Zidane Tidak Akan Biarkan Real Madrid Jadi Tim Pengecut)
Madrid hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk mengunci gelar dari dua pertandingan. Namun, kesempatan menjadi juara di Estadio Alferdo di Stefano tentu merupakan prioritas. Madrid wajib menang atas Villarreal, dini hari nanti. Zidane mengatakan para pemainnya pantas mendapatkan kredit karena telah bekerja luar biasa sehingga bisa memenangkan sembilan pertandingan beruntun di Primera Liga.
Fondasi utamanya adalah memaksimalkan potensi pemain muda ke tim utama seperti Federico Valverde, 21; Brahim Diaz, 20; Vinicius Jr, 20; Rodrygo Goes, 19; dan Eder Gabriel Militao, 22.
Kelimanya bahu-membahu dengan pemain-pemain mapan yang menjadi bagian kesuksesan Zidane meraih trofi Primera Liga pertamanya (2016/2017) seperti Sergio Ramos, Marcelo, Toni Kroos, Casemiro, dan Karim Benzema. Ditambah kedatangan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang. Kepiawaian Zidane melakukan rotasi skuad di setiap pertandingan membuat Los Blancos begitu solid.
Hermel mengungkapkan bagaimana Zidane menceritakan saat masih menjadi pemain. Dia benci ketika pelatih berbicara panjang soal tim. Pun pemain lain, yang berhenti mendengarkan setelah 10 menit. Pengalaman itu membuat Zidane mengaku tidak suka berbicara banyak kepada pemain.
“Jadi, hari ini, ketika saya harus berbicara dengan seorang pemain, saya membatasi diri pada satu atau tiga instruksi dan selalu selesai dengan, 'Sekarang, pergilah dan nikmati diri Anda di lapangan. ' Tidak lebih, tidak kurang," tandas Hermel.
Formula tersebut mulai menunjukkan hasil. Zidane sukses mempersembahkan trofi Supercopa de Espana, Januari lalu. Kini, Zidane berpeluang besar mengamankan gelar Primera Liga keduanya bersama Madrid. Los Blancos memuncaki klasemen sementara Primera Liga dengan 83 poin, unggul empat poin dari seteru abadinya, Barcelona, yang berada di urutan kedua. (Baca juga: Zidane Tidak Akan Biarkan Real Madrid Jadi Tim Pengecut)
Madrid hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk mengunci gelar dari dua pertandingan. Namun, kesempatan menjadi juara di Estadio Alferdo di Stefano tentu merupakan prioritas. Madrid wajib menang atas Villarreal, dini hari nanti. Zidane mengatakan para pemainnya pantas mendapatkan kredit karena telah bekerja luar biasa sehingga bisa memenangkan sembilan pertandingan beruntun di Primera Liga.
Lihat Juga :