Pembatalan Piala Dunia U-20 Ancam Eksistensi Pemain yang Bangun Mimpi dari Sepak Bola
Minggu, 02 April 2023 - 09:03 WIB
loading...
Pembatalan Piala Dunia U-20 2023 mengancam eksistensi semua pemain yang membangun mimpi dan menggantungkan hidup secara ekonomi dari sepam bola / Foto: Dok. Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia - Bali
A
A
A
JAKARTA - Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia-Bali, I Gede Putu Sugiatmika menilai Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan manuver politik yang melebihi kewenanangan sebagai kepala daerah. Ia mengatakan dengan adanya pembatalan Piala Dunia U-20 2023 , memicu kerugian negara pada umumnya, dan Bali secara khusus kehilangan potensi pemasukan secara ekonomi.
"Pembatalan ini juga secara serta-merta mengancam eksistensi dari adik-adik kita yang membangun mimpi dari sepak bola. Dan semua pemain yang menggantungkan hidup secara ekonomi dari sepak bola. Putaran ekonomi dan kehilangan peluang untuk membangun kebangaan dari sepak bola. Terutama jika ancaman sanksi dari FIFA menjadi realisasi," kata I Gede Putu Sugiatmika dalam keterangannya, Minggu, Sabtu (2/4/2023).
I Gede Putu Sugiatmika mengatakan komunitas suporter Bali menggagas diskusi publik di Wantilan DPRD Bali, Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu (1/4/2023) menyikapi pembatalan Piala Dunia U-20 . Menurutnya, meski tidak mampu mengubah arah kegagalan menyelenggarakan Piala Dunia, namun melalui diskusi ini suporter ingin membangun kesadaran kepada para pihak yang berperan menggagalkan perhelatan berskala internasional ini.
Baca Juga: Debut Sempurna Tuchel, Bayern Hancurkan Dortmund di Der Klassiker
I Gede Putu Sugiatmika menambahkan, I Wayan Koster dinilai kurang memiliki kepekaan dan mencampuradukan manuver politik dengan olahraga. Pernyataan pertimbangan keamanan, kata dia, juga dikritisi suporter.
"Pembatalan ini juga secara serta-merta mengancam eksistensi dari adik-adik kita yang membangun mimpi dari sepak bola. Dan semua pemain yang menggantungkan hidup secara ekonomi dari sepak bola. Putaran ekonomi dan kehilangan peluang untuk membangun kebangaan dari sepak bola. Terutama jika ancaman sanksi dari FIFA menjadi realisasi," kata I Gede Putu Sugiatmika dalam keterangannya, Minggu, Sabtu (2/4/2023).
I Gede Putu Sugiatmika mengatakan komunitas suporter Bali menggagas diskusi publik di Wantilan DPRD Bali, Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu (1/4/2023) menyikapi pembatalan Piala Dunia U-20 . Menurutnya, meski tidak mampu mengubah arah kegagalan menyelenggarakan Piala Dunia, namun melalui diskusi ini suporter ingin membangun kesadaran kepada para pihak yang berperan menggagalkan perhelatan berskala internasional ini.
Baca Juga: Debut Sempurna Tuchel, Bayern Hancurkan Dortmund di Der Klassiker
I Gede Putu Sugiatmika menambahkan, I Wayan Koster dinilai kurang memiliki kepekaan dan mencampuradukan manuver politik dengan olahraga. Pernyataan pertimbangan keamanan, kata dia, juga dikritisi suporter.
Lihat Juga :