Sebastian Giovinco Ungkap Juventus Bisa Tersenyum Lagi Setelah Antonio Conte Pergi
Selasa, 18 April 2023 - 16:00 WIB
loading...
Sebastian Giovinco membeberkan apa yang dirasakan Juventus setelah Antonio Conte tidak lagi menjadi pelatih. Foto: independent.ie
A
A
A
TURIN - Sebastian Giovinco membeberkan apa yang dirasakan Juventus setelah Antonio Conte tidak lagi menjadi pelatih. Dia mengatakan para pemain bisa bernapas dan tersenyum lagi.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris Leeds United vs Liverpool: The Reds Pesta Gol!
Conte sempat membesut Juventus pada periode 2011-2014. Selama kurun waktu itu, dia telah mendulang 5 trofi, termasuk tiga gelar Liga Italia secara beruntun.
Namun, Giovinco mengungkapkan skuad Juventus merasa kering selama masa jabatan Conte. Tapi, saat dia pergi, para pemain bisa terbebas dari belenggu.
Giovinco pernah membela Juventus mulai 2006-2015. Secara teknis, penyerang berusia 36 tahun itu sempat menjadi anak asuh Conte selama tiga musim.
Giovinco mengakui Conte memberi banyak tekanan. Karena itu, ketika dia pergi, para pemain bisa kembali bernapas dan tersenyum. "Kami merasa terlahir kembali," ucapnya.
Conte terkenal sebagai pelatih dengan teknik pelatihan intensif dan tekanan konstan terus-menerus kepada pemain, direktur dan bahkan penggemar dalam mengejar kesempurnaan.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris Leeds United vs Liverpool: The Reds Pesta Gol!
Conte sempat membesut Juventus pada periode 2011-2014. Selama kurun waktu itu, dia telah mendulang 5 trofi, termasuk tiga gelar Liga Italia secara beruntun.
Namun, Giovinco mengungkapkan skuad Juventus merasa kering selama masa jabatan Conte. Tapi, saat dia pergi, para pemain bisa terbebas dari belenggu.
Giovinco pernah membela Juventus mulai 2006-2015. Secara teknis, penyerang berusia 36 tahun itu sempat menjadi anak asuh Conte selama tiga musim.
Giovinco mengakui Conte memberi banyak tekanan. Karena itu, ketika dia pergi, para pemain bisa kembali bernapas dan tersenyum. "Kami merasa terlahir kembali," ucapnya.
Conte terkenal sebagai pelatih dengan teknik pelatihan intensif dan tekanan konstan terus-menerus kepada pemain, direktur dan bahkan penggemar dalam mengejar kesempurnaan.
Lihat Juga :